MNI|BATANG — Kepedulian aparat kepolisian terhadap keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Warungasem, Kabupaten Batang, setelah sebuah rumah warga di Dukuh Klopogodo, Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, mengalami roboh pada Selasa malam (19/5/2026). Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu kerusakan struktur bangunan yang telah mengalami retakan serius sejak gempa bumi melanda wilayah Batang pada tahun 2024 silam.
Kapolres Batang AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Warungasem AKP Sukamto, S.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat begitu menerima laporan warga terkait ambruknya sebagian bangunan rumah milik Abdul Gopur (38), seorang pekerja swasta setempat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB itu sempat mengejutkan warga sekitar karena terdengar suara dentuman keras dari arah rumah korban. Tiga kamar utama beserta sebagian area belakang rumah dilaporkan runtuh akibat tidak kuat lagi menopang beban bangunan yang telah lama mengalami kerusakan struktural.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat insiden berlangsung korban tengah berada seorang diri di dalam rumah. Beruntung, Abdul Gopur berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah mendengar suara gemuruh dari dinding dan penyangga bangunan yang mulai runtuh.
Dua saksi mata, Suharto (42) dan Miftakhul Hudan (34), mengungkapkan bahwa kondisi rumah korban memang telah mengalami retakan cukup parah pascagempa tahun 2024. Namun karena keterbatasan ekonomi, renovasi maupun penguatan struktur bangunan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Bangunan rumah bagian tiga kamar roboh dikarenakan kondisi dinding dan penyangga sudah retak-retak akibat dampak gempa tahun 2024 lalu dan belum sempat diperbaiki,” demikian keterangan dalam laporan resmi kepolisian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Material bangunan berupa tembok, atap, dan perabot rumah tangga di area kamar serta dapur mengalami kerusakan cukup berat.
Sebagai bentuk respons cepat dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, personel Polsek Warungasem langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Selain mengamankan area sekitar rumah agar tidak membahayakan warga, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan faktor penyebab robohnya bangunan.
Kapolsek Warungasem AKP Sukamto menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan hadir di tengah masyarakat saat menghadapi musibah maupun kondisi darurat.
“Personel segera mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman, membantu proses evakuasi ringan, serta mendata kerusakan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap bangunan yang mengalami keretakan pascagempa,” ujarnya.
Selain melakukan pendataan korban dan meminta keterangan para saksi, jajaran kepolisian juga telah menyampaikan laporan lengkap kepada pimpinan Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari prosedur penanganan bencana dan mitigasi risiko lingkungan.
Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat dalam penanganan pascabencana tersebut. Warga sekitar bersama perangkat desa dan unsur terkait bahu-membahu membantu membersihkan puing-puing bangunan agar tidak membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi bangunan yang terdampak bencana alam, khususnya rumah-rumah yang masih menyisakan retakan struktural akibat gempa bumi sebelumnya. Pemeriksaan berkala dan rehabilitasi bangunan dinilai menjadi langkah penting guna mencegah potensi musibah serupa terjadi kembali di kemudian hari.
Kehadiran aparat kepolisian dalam situasi sosial kemasyarakatan seperti ini juga menjadi wujud nyata implementasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan senantiasa hadir memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Punkasnya,Aji.tim.


.jpg)