Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Motor Hilang di Area Parkir RS Sultan Fatah Demak, Sistem Keamanan Dipertanyakan: Korban Desak Pengelola Bertanggung Jawa

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-23T05:02:21Z

 


MNI|DEMAK — Peristiwa hilangnya satu unit sepeda motor jenis Honda PCX di area parkir depan Rumah Sakit Sultan Fatah memantik sorotan publik terhadap lemahnya sistem pengamanan parkir di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah tersebut. Kasus yang dialami seorang warga usai melakukan perjalanan ke kawasan Dieng itu kini menjadi perbincangan masyarakat, terutama di media sosial, karena dinilai menunjukkan adanya celah serius dalam tata kelola keamanan parkir kendaraan.

Korban mengaku kehilangan sepeda motor miliknya setelah memarkir kendaraan di area depan rumah sakit pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban berangkat menuju Dieng bersama seorang rekannya menggunakan mobil dan meninggalkan sepeda motor dalam kondisi terkunci ganda.

“Saya waktu itu dijemput teman di depan rumah sakit untuk berangkat ke Dieng. Motor saya titip parkir dan karcis masih saya pegang,” ujar korban saat menceritakan kronologi kejadian.

Selama perjalanan, korban mengaku sempat diingatkan rekannya agar menjaga karcis parkir dengan baik. Namun ketika hendak pulang dari Dieng, karcis tersebut ternyata hilang tanpa disadari.

“Teman saya sempat bilang jangan sampai karcis hilang karena sudah mau pulang. Tapi ternyata karcisnya hilang. Saya pikir tidak masalah karena biasanya masih bisa ambil motor menggunakan STNK dan KTP,” katanya.

Korban kembali ke area parkir rumah sakit pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Namun setibanya di lokasi, sepeda motor Honda PCX miliknya sudah tidak berada di tempat semula. Awalnya, korban masih berupaya berpikir positif dan menduga kendaraannya dipindahkan petugas parkir demi penataan area.

Akan tetapi setelah dilakukan pencarian di sejumlah titik parkir sambil menyalakan alarm kendaraan, motor tersebut tetap tidak ditemukan.

“Saya sempat berpikir mungkin dipindahkan petugas. Tapi rasanya tidak mungkin juga motor dalam keadaan kunci ganda bisa digeser begitu saja,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Korban kemudian melapor kepada petugas parkir dan meminta dilakukan pengecekan melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV. Dari hasil penelusuran, terlihat seseorang membawa keluar sepeda motor korban dari area parkir pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Yang membuat korban semakin terpukul, pelaku dalam rekaman CCTV disebut membawa karcis parkir saat keluar dari lokasi, sehingga dapat melewati penjagaan tanpa hambatan berarti.

“Saya langsung kaget, lemas, campur aduk. Di CCTV terlihat motor dibawa keluar dan pelaku juga membawa karcis,” ujarnya.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keamanan parkir di lingkungan fasilitas publik, terlebih di rumah sakit yang setiap hari dipadati masyarakat. Korban mengaku heran karena sepeda motor miliknya menggunakan sistem keyless modern dan remote kendaraan tetap berada dalam penguasaannya selama perjalanan ke Dieng.

“Anehnya kok bisa dapat remot untuk membuka dan menghidupkan motor, padahal remot sama STNK saya bawa,” katanya penuh tanda tanya.

Peristiwa tersebut kini memunculkan kritik tajam dari masyarakat terkait lemahnya pengawasan area parkir. Banyak pihak menilai sistem parkir yang hanya bertumpu pada karcis fisik sangat rentan dimanipulasi, terlebih jika tidak dibarengi verifikasi identitas pemilik kendaraan secara ketat.

Di tengah meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor di sejumlah daerah, pengelolaan parkir di fasilitas umum semestinya tidak lagi dipandang sebagai layanan administratif semata, melainkan bagian penting dari perlindungan keamanan publik. Apalagi area rumah sakit merupakan tempat dengan mobilitas tinggi yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencari celah kelengahan.

Korban berharap pihak pengelola parkir maupun instansi terkait dapat memberikan solusi dan tanggung jawab atas insiden yang dialaminya. Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan parkir di rumah sakit agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat lain.

“Saya sebagai korban berharap ada solusi dari pihak terkait dan pengelola parkir di RS Umum Demak. Jangan sampai masyarakat yang parkir merasa tidak aman karena motor bisa hilang begitu saja di halaman rumah sakit,” tegasnya.

Hingga kini, kasus kehilangan kendaraan tersebut masih menjadi perhatian warga dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut serius dari aparat maupun pihak pengelola parkir, termasuk penguatan pengawasan CCTV, pemeriksaan prosedur keluar-masuk kendaraan, hingga pertanggungjawaban terhadap konsumen jasa parkir.

Di mata publik, hilangnya kendaraan di area fasilitas pelayanan umum bukan sekadar persoalan kriminalitas biasa, melainkan cermin dari sejauh mana keamanan masyarakat benar-benar dijaga di ruang-ruang publik yang seharusnya memberi rasa aman dan perlindungan.

tutupnya,Adi.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update