Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tim Gegana Brimob Pati Sterilisasi Paket Mencurigakan di Kudus, Polisi Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T11:31:43Z

 


MNI|KUDUS — Situasi di lingkungan Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sempat mengalami peningkatan kewaspadaan setelah ditemukannya sebuah paket mencurigakan di teras rumah dinas pendeta pada Rabu (20/5/2026) pagi. Penemuan kardus bekas air mineral tanpa identitas pengirim itu memicu respons cepat aparat kepolisian dengan menerjunkan Tim Gegana Brimob Pati guna melakukan sterilisasi dan pemeriksaan sesuai prosedur penanganan ancaman bahan berbahaya dan peledak.

Langkah cepat aparat keamanan tersebut menjadi bagian dari implementasi standar operasional prosedur (SOP) pengamanan objek vital masyarakat dan rumah ibadah, sekaligus menunjukkan kesigapan Polres Kudus dalam merespons setiap potensi gangguan kamtibmas secara profesional, terukur, dan humanis.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kabagops Kompol Eko Pujiono menjelaskan, paket mencurigakan pertama kali diketahui oleh penghuni rumah dinas pastori sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak mengantar anak ke sekolah. Keberadaan kardus itu menimbulkan kecurigaan karena pemilik rumah merasa tidak menerima kiriman apa pun.

“Pemilik rumah merasa curiga karena tidak ada informasi terkait pengiriman paket tersebut. Setelah dikonfirmasi melalui grup WhatsApp jemaat gereja, juga tidak ada pihak yang mengaku mengirimkan,” ujar Kompol Eko Pujiono didampingi Komandan Unit Gegana Pati, Ipda Arji Prilalaga.

Kecurigaan semakin menguat setelah penghuni rumah bersama saksi memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria memasuki area kompleks sekitar pukul 06.25 WIB dan meletakkan kardus di teras rumah dinas pendeta sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

“Dari hasil pengecekan CCTV, terlihat seseorang datang dan menaruh kardus di depan rumah dinas pastori, kemudian pergi begitu saja. Karena tidak diketahui identitas maupun maksudnya, warga memilih melapor kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas Desa Ploso yang kemudian diteruskan kepada jajaran Polres Kudus. Mengingat sifat laporan yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan, Polres Kudus berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana Brimob Pati untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap benda mencurigakan tersebut.

Kedatangan Tim Gegana di lokasi sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. Aparat melakukan pengamanan perimeter serta sterilisasi di area rumah dinas dan lingkungan sekitar gereja guna memastikan situasi tetap aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap kemungkinan adanya bahan peledak atau zat berbahaya lain yang dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim Gegana melakukan prosedur sterilisasi dan pemeriksaan sesuai standar pengamanan. Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh, isi kardus dipastikan hanya berisi sayuran dan tidak ditemukan bahan berbahaya maupun unsur peledak,” terang Kompol Eko.

Meski hasil pemeriksaan memastikan paket tersebut tidak mengandung ancaman, kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap identitas pria yang terekam CCTV. Pendalaman dilakukan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas tambahan di sekitar lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Menurutnya, langkah investigasi tetap diperlukan guna memastikan motif pengiriman paket dan mencegah potensi keresahan masyarakat akibat tindakan serupa di kemudian hari.

“Pengirim masih dalam penyelidikan. Kami terus mendalami rekaman CCTV dan melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas maupun tujuan orang tersebut,” katanya.

Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap barang asing atau benda tidak dikenal yang ditemukan di lingkungan sekitar. Namun demikian, polisi menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpancing kepanikan dan tetap mengedepankan langkah koordinatif dengan aparat keamanan.

Polres Kudus juga mengapresiasi sikap warga dan pihak gereja yang memilih melapor kepada aparat daripada mengambil tindakan sendiri. Sikap tersebut dinilai membantu kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan serta menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang apabila menemukan barang mencurigakan. Segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” pungkas Kompol Eko.


Kehadiran Tim Gegana Brimob Pati dalam penanganan situasi tersebut menunjukkan kesiapan aparat keamanan dalam menjaga rasa aman masyarakat, khususnya di lingkungan rumah ibadah dan fasilitas publik. Di tengah dinamika sosial yang berkembang, pendekatan cepat, profesional, dan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Kudus.

Punkasnya,Raja.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update