Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, tanggul jebol sepanjang kurang lebih 25 meter dengan lebar sekitar 5 meter dan kedalaman mencapai 6 meter. Kondisi ini mengakibatkan air sungai mengalir deras ke wilayah permukiman dan lahan pertanian, memicu banjir di sejumlah desa di Kecamatan Karangawen dan Kecamatan Guntur.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan respons darurat. Sejak pagi hari, personel telah diterjunkan untuk melakukan patroli, monitoring situasi, serta membantu proses evakuasi dan pengamanan warga terdampak.
“Hari ini kami melaksanakan patroli untuk mengecek situasi terkini di Kecamatan Guntur dan Karangawen. Tanggul Sungai Cabean di Karangawen mengalami jebol dan berdampak langsung pada permukiman warga di Kecamatan Guntur,” ujar Kapolres Demak.
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Demak, BPBD Kabupaten Demak, Dinas Sosial, pemerintah desa setempat, hingga relawan kebencanaan. Sinergi lintas sektor tersebut difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta upaya meminimalkan dampak lanjutan.“Kami bekerja sama dengan BPBD, Dinas Sosial, pemerintah desa, serta relawan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, baik dalam evakuasi, pendataan, maupun distribusi bantuan,” jelasnya.
Akibat jebolnya tanggul, banjir merendam Dukuh Bilo di Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, serta Dukuh Gatak dan Dukuh Weru di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur. Tidak hanya kawasan permukiman, sekitar 250 hektare lahan persawahan juga terendam air dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada potensi gagal panen dan menurunnya produktivitas pertanian warga.
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Polres Demak mengerahkan sedikitnya 150 personel dari pasukan Bhayangkara siaga bencana dan jajaran polsek setempat. Personel tersebut disiagakan untuk membantu evakuasi warga, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan, pengamanan rumah kosong, serta memastikan distribusi logistik bantuan berjalan aman dan tepat sasaran.
“Kami menerjunkan 150 personel guna membantu proses evakuasi, pengamanan wilayah terdampak, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata AKBP Samel.
Selain di Karangawen dan Guntur, hujan deras juga menyebabkan Sungai Dombo di Kecamatan Sayung meluap hingga merendam permukiman warga dan area Pasar Sayung. Banjir turut meluas ke Kecamatan Mranggen, tepatnya di Desa Banyumeneng dan Desa Kebonbatur, yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan rumah warga tergenang air.
Hingga saat ini, sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi terbatas, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi yang dinilai lebih aman. Aparat gabungan terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Kapolres Demak memastikan bahwa dalam rangkaian peristiwa banjir tersebut tidak terdapat korban jiwa.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menjaga keselamatan keluarga, serta mengamankan barang-barang berharga. Patroli rutin ditingkatkan di kawasan terdampak guna mencegah tindak kriminalitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Di tengah situasi darurat, apresiasi datang dari warga terdampak. Seorang warga menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lapangan memberikan rasa aman dan harapan.
“Kami warga Demak dan Grobogan merasakan langsung kehadiran Polres Demak yang semakin maju dan dekat dengan masyarakat. Semoga Polres Demak selalu diberi kesehatan jasmani dan rohani serta sukses dalam pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Langkah cepat dan kolaboratif yang ditunjukkan aparat bersama pemerintah daerah dan relawan menjadi cerminan nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif menghadapi ancaman bencana alam yang kian meningkat.Punkasnya,Muntho





