Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aksi Bersih Pantai HPSN 2026, Sinergi Tiga Pilar dan Masyarakat Bersatu Jaga Pesisir

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T00:27:02Z

MNI|Tegal – Semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir mengemuka dalam Apel dan Aksi Bersih Pantai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah” tersebut menjadi refleksi nyata komitmen bersama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, relawan, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah secara sistemik dan berkelanjutan.

Apel dipimpin langsung oleh Ischak Maulana Rohman selaku Bupati Tegal, didampingi Wakil Bupati Ahmad Kholid. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bayu Prasatyo selaku Kapolres Tegal, unsur TNI dari Dandim 0712/Tegal, Danlanal Tegal, serta pimpinan instansi vertikal dan tokoh masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Tegal menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan visual, melainkan problem multidimensional yang berkaitan erat dengan kesehatan publik, keberlanjutan ekosistem, serta kualitas hidup generasi mendatang. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kabupaten Tegal mencapai sekitar ±661,94 ton per hari atau ±241.609 ton per tahun, sementara tingkat penanganan baru berada di kisaran 10,05 persen. Angka tersebut menunjukkan urgensi transformasi paradigma pengelolaan sampah dari pola reaktif menjadi preventif dan partisipatif.

“Momentum Hari Peduli Sampah Nasional harus menjadi pengingat kolektif bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dengan retorika. Diperlukan aksi konkret, konsisten, dan berkelanjutan seperti yang kita lakukan hari ini,” tegas Bupati dalam pidatonya.

Kegiatan bersih pantai dilaksanakan dengan pendekatan kurva sampah, yakni pemahaman menyeluruh terhadap alur perjalanan sampah dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini menitikberatkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat berhenti di wilayah pesisir semata, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, tata kelola desa, hingga sistem distribusi dan konsumsi masyarakat.

Usai apel, ratusan peserta bergerak serentak menyisir garis pantai, mengumpulkan sampah plastik, potongan kayu, serta material kiriman banjir yang berpotensi merusak ekosistem laut. Kebersamaan aparat pemerintah, prajurit TNI, anggota Polri, pelajar, hingga masyarakat desa mencerminkan revitalisasi semangat gotong royong sebagai nilai fundamental bangsa dalam merawat ruang hidup bersama.

Kapolres Tegal menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam agenda lingkungan merupakan bagian integral dari tugas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan hidup yang sehat dan tertata.

“Kehadiran Polri tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya preventif dan edukatif. Lingkungan yang bersih berkontribusi terhadap kesehatan, stabilitas sosial, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kesadaran kolektif harus terus dibangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia pendidikan, dan elemen masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis partisipasi publik. Upaya ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan bertransformasi menjadi budaya hidup bersih yang terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari.

Aksi Bersih Pantai HPSN 2026 di Kabupaten Tegal menjadi cerminan bahwa tata kelola lingkungan memerlukan kepemimpinan yang visioner, dukungan kelembagaan yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui sinergi tiga pilar dan seluruh pemangku kepentingan, cita-cita

mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah bukan sekadar slogan, melainkan agenda kolektif yang terus diperjuangkan secara nyata dan berkesinambungan.

Punkasnya,Eko.wahid.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update