Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polresta Banyumas Perkuat Literasi Anti-Narkoba di Lingkungan Pendidikan, 1.117 Pelajar SMK Negeri Kebasen Ikuti Sosialisasi P4GN

Senin, 16 Februari 2026 | Februari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-15T23:26:29Z

MNI|BANYUMAS — Upaya sistematis pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus diperkuat oleh jajaran Polresta Banyumas melalui pendekatan edukatif yang menyentuh langsung lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di halaman SMK Negeri Kebasen, Jumat (13/2/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh 1.117 pelajar dari berbagai jurusan. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari unsur penegak hukum dan pembina masyarakat, di antaranya Kanit I Satresnarkoba Polresta Banyumas Ipda Danang, S.H., M.H., didampingi personel Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat kepolisian di ruang pendidikan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan pelajar terhadap ancaman narkotika.

Kapolresta Banyumas Petrus Silalahi, melalui Kasat Resnarkoba Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa edukasi P4GN merupakan bagian dari strategi preventif yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Ipda Danang menekankan bahwa ancaman narkotika saat ini tidak lagi terbatas pada kawasan perkotaan, melainkan telah merambah ke daerah dan menyasar pelajar sebagai kelompok rentan.

“Penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Dalam banyak kasus, konsekuensinya bahkan dapat berujung pada kematian. Karena itu, kami mendorong para pelajar memiliki kesadaran kritis, keteguhan sikap, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” tegasnya di hadapan peserta sosialisasi.

Selain pemaparan aspek hukum dan kesehatan, materi sosialisasi juga mencakup pengenalan jenis-jenis narkotika beserta ciri-cirinya sebagai langkah deteksi dini. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali pelajar dengan literasi dasar agar lebih waspada terhadap modus peredaran narkoba yang kian beragam, termasuk melalui media sosial dan pergaulan sehari-hari.

Kepala SMK Negeri Kebasen, Dra. Murtiatmi Warnatingtyas, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian merupakan investasi strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan moral peserta didik.

“Kami menyambut baik sosialisasi ini sebagai bentuk kepedulian nyata aparat kepolisian terhadap masa depan pelajar. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif narkotika yang kian mengkhawatirkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia unggul.

Melalui sosialisasi P4GN ini, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dunia pendidikan dalam upaya pencegahan. Diharapkan, penguatan literasi anti-narkoba di lingkungan sekolah mampu memperkokoh ketahanan generasi muda, sehingga mereka tumbuh sebagai insan berprestasi, berkarakter, dan bebas dari jerat narkotika.

Punkasnya,Mukti tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update