Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polda Jateng Gencarkan Binluh dan Dikmas dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-13T12:02:14Z

 

MNI|SEMARANG — Dalam kerangka pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa pendekatan preemtif dan edukatif menjadi pilar utama transformasi budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Tidak semata berfokus pada penegakan hukum di ruang publik, jajaran kepolisian secara simultan mengintensifkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) serta pendidikan masyarakat (dikmas) sebagai investasi jangka panjang dalam membangun karakter disiplin generasi muda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di SD Kemala Bhayangkari 02, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (13/2/2026). Sebanyak 12 personel gabungan Satgas Operasi Keselamatan Candi 2026 hadir di tengah 171 siswa kelas I hingga VI dengan pendekatan humanis, komunikatif, dan partisipatif.

Di dalam aula sekolah, suasana edukatif dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak mengenali rambu-rambu lalu lintas, memahami makna marka jalan, serta mempraktikkan simulasi sederhana tentang tata cara menyeberang dan menggunakan helm berstandar SNI. Metode pembelajaran berbasis pengalaman tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Kegiatan yang dipimpin Aiptu Wiji Suberkahono itu menjadi manifestasi nyata bahwa transformasi budaya tertib lalu lintas harus dimulai dari bangku pendidikan dasar. Dalam perspektif kebijakan publik, pendekatan ini selaras dengan paradigma pembangunan sumber daya manusia yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama peradaban bangsa.

Sinergi lintas fungsi juga tampak dalam kegiatan tersebut. Personel Biddokkes turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan serta pembagian obat dan vitamin gratis kepada 17 guru dan staf sekolah. Langkah ini mencerminkan kepedulian institusi terhadap para tenaga pendidik sebagai garda terdepan pembentuk karakter generasi penerus.


Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari 02, Supriyanto, S.Pd., M.Si., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan berlalu lintas yang diberikan secara komunikatif dan menyenangkan mampu menanamkan nilai disiplin sejak usia dini.

“Kesadaran berlalu lintas harus ditanamkan sedini mungkin. Kami berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budaya keselamatan yang kuat,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Kamis (12/2/2026), kegiatan serupa juga dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 03 Aspol Kabluk, Gayamsari. Personel Sidikmas Subdit Kamsel mengajak peserta didik menyaksikan tayangan visual edukatif tentang keselamatan berkendara serta mempraktikkan penggunaan helm SNI secara benar. Edukasi berbasis audio-visual dinilai efektif membangun memori kolektif anak tentang pentingnya keselamatan sejak dini.

Secara terpisah, Satgas Binluh dari Ditbinmas Polda Jateng yang dipimpin AKP Agus Dhermawan juga telah melakukan pembinaan di berbagai sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Semarang. Pola edukasi serentak tersebut menunjukkan konsistensi kebijakan institusional dalam membangun kesadaran tertib lalu lintas secara berkelanjutan dan sistematis.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa masuknya kepolisian ke ruang-ruang kelas merupakan strategi preemtif yang memiliki dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku sosial.

“Operasi Keselamatan Candi 2026 bukan hanya tentang penindakan di jalan raya. Ini adalah upaya komprehensif untuk membangun budaya disiplin dan santun dalam berlalu lintas. Keselamatan adalah nilai kemanusiaan, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” ungkapnya di Mapolda Jateng.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan fungsi Lalu Lintas, Dokkes, hingga Propam dalam satu kegiatan menunjukkan soliditas organisasi dalam memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai mitra strategis pembangunan nasional.

Dukungan juga datang dari para wali murid yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran kepolisian di ruang kelas. Mereka menilai kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pemahaman teknis mengenai tata tertib lalu lintas, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keselamatan sesama.

Melalui rangkaian binluh dan dikmas selama Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jateng menegaskan bahwa transformasi budaya tertib berlalu lintas merupakan agenda strategis jangka panjang. Pendidikan keselamatan yang dimulai dari sekolah dasar diharapkan melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Dalam perspektif pembangunan nasional, langkah ini sejalan dengan visi penguatan karakter bangsa melalui integrasi antara pendidikan formal dan pembinaan sosial oleh negara. Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi pembelajar yang menanamkan nilai-nilai keselamatan sebagai bagian dari budaya bangsa.

Punkasnya,wahid.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update