Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, turun langsung meninjau kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendekatan kehumasan Polri yang menekankan kehadiran negara dalam setiap persoalan masyarakat, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga perlindungan dan pelayanan kemanusiaan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden terjadi saat korban tengah tertidur di kamar rumahnya. Pada waktu bersamaan, ibu korban berada di dapur untuk memasak. Seekor monyet liar diduga masuk ke dalam rumah dan menyerang korban sebelum sempat dihalau.
Kejadian itu saat anak Areta sedang tidur, ibunya memasak di dapur. Saat melihat ada monyet, langsung diteriaki, tetapi sudah sempat menyerang korban,” ujar Kapolres saat membesuk korban, Jumat (13/2/2026).Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Berdasarkan informasi medis, kondisi korban saat ini berangsur membaik dan masih dalam tahap pemulihan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Pendampingan dan Trauma Healing
Sebagai bentuk empati institusional, Kapolres Demak bersama jajaran mendatangi rumah korban yang telah kembali dari perawatan medis. Selain memberikan bantuan moril dan materil, Polres Demak juga menghadirkan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi keluarga, guna meminimalisasi dampak psikologis pascakejadian.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kami mendoakan agar korban segera pulih dan keluarga diberikan kekuatan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut mencerminkan paradigma Polri Presisi yang mengedepankan responsivitas, empati sosial, serta penguatan relasi institusional dengan masyarakat.
Upaya Penanganan Hewan Liar
Kapolres menjelaskan bahwa upaya penangkapan telah dilakukan bersama warga setempat. Petugas mencoba memancing hewan tersebut keluar menggunakan umpan pisang, namun belum berhasil karena monyet kembali melarikan diri ke kawasan hutan mangrove di sekitar Desa Bedono.
Diketahui, monyet tersebut sebelumnya merupakan hewan peliharaan warga yang lepas dan kemudian hidup liar di kawasan mangrove. Dalam beberapa waktu terakhir, hewan itu dilaporkan kerap memasuki permukiman dan menimbulkan keresahan.
Sebagai langkah preventif dan demi keselamatan warga, kepolisian berencana melakukan pelumpuhan terukur menggunakan senapan peluru karet.
“Kami akan melakukan upaya pelumpuhan dengan peluru karet karena sudah terjadi penyerangan terhadap warga. Ini langkah terakhir untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tegas Kapolres.
Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
Kapolres Demak juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan mangrove, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan hewan liar. Orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anak, memastikan pintu dan jendela rumah tertutup rapat, serta segera melapor kepada aparat jika melihat keberadaan monyet tersebut.
“Peran orang tua sangat penting dalam memastikan keselamatan anak-anak. Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika kembali melihat monyet tersebut agar dapat segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya harmonisasi antara aktivitas manusia dan ekosistem alam, sekaligus perlunya regulasi dan pengawasan terhadap pemeliharaan satwa liar di lingkungan permukiman.
Polres Demak menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, kepastian, dan rasa aman bagi masyarakat melalui langkah-langkah yang profesional, proporsional, dan berorientasi pada keselamatan publik.Punkasnya,Munthohar.aji.


.jpg)
.jpg)
.jpg)
