Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dukung Program Presiden Prabowo, Polres Demak Operasikan SPPG Ketiga di Donorejo

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T00:55:09Z

MNI|Demak – Komitmen penguatan ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto terus diimplementasikan secara konkret hingga ke daerah. Kepolisian Resor Demak, Jawa Tengah, mengikuti peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung Presiden dan dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, secara virtual, Jumat (13/2/2026).

Dalam momentum tersebut, Polres Demak meresmikan operasional SPPG Polres Demak 3 yang berlokasi di Desa


Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, sebagai bagian dari sinergi institusional Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Perluasan Layanan Gizi untuk Generasi Bangsa

Kapolres Demak menegaskan bahwa SPPG ketiga ini menjadi simbol perluasan jangkauan pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Ia menekankan bahwa program tersebut tidak berhenti pada dimensi seremonial, melainkan merupakan implementasi nyata keberpihakan negara terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Program ini adalah wujud nyata perhatian negara terhadap masa depan generasi bangsa. Tidak boleh ada anak yang belajar dalam kondisi lapar atau kekurangan nutrisi. Ketahanan pangan harus dimulai dari ketahanan gizi,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan infrastruktur pelayanan gizi di tingkat daerah merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan nasional berbasis penguatan kualitas manusia.

Standar Profesional dan Ramah Lingkungan

SPPG Polres Demak 3 dirancang dengan standar dapur profesional yang presisi dan higienis. Fasilitas tersebut menggunakan peralatan dapur industri merek Nayati dengan spesifikasi setara hotel berbintang lima, guna memastikan proses pengolahan makanan berlangsung optimal dan sesuai standar keamanan pangan.

“Untuk menghasilkan output yang unggul, prosesnya harus presisi. Karena itu, dapur ini dibangun dengan standar profesional agar kualitas pengolahan makanan tetap terjaga,” jelas Kapolres.

Selain aspek kualitas, dimensi keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama. SPPG telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) guna memastikan proses produksi tidak mencemari lingkungan sekitar. Seluruh air yang digunakan telah melalui sistem filtrasi dan sterilisasi ultraviolet (UV) untuk menjamin higienitas.

“Keamanan pangan dan kebersihan lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kami memastikan seluruh prosesnya bersih, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pengawasan Ketat dan Jaminan Keamanan Pangan

Dalam operasionalnya, setiap menu makanan yang diproduksi wajib melalui pemeriksaan keamanan pangan oleh tim Dokkes Polres Demak sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Prosedur ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan internal untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan kelayakan konsumsi.


Kapolres menambahkan bahwa integritas dan pengawasan berlapis menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan generasi penerus tidak lagi terhambat persoalan nutrisi. Ini adalah amanah besar yang kami jalankan dengan pengawasan ketat dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Polres Demak 3 Donorejo, Muhammad Graha Firdaus, menyatakan kesiapan timnya untuk mengoptimalkan operasional dapur gizi agar manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat Desa Donorejo dan sekitarnya.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Program Makan Bergizi Gratis ini harus benar-benar berdampak nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ungkapnya.


Dengan beroperasinya SPPG ketiga di wilayah Demak, Polres Demak menegaskan posisinya sebagai bagian dari orkestrasi nasional penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Sinergi antara institusi negara dan kepemimpinan nasional diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.

Punkasnya,Munthohar.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update