Karya bakti tersebut dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0717/Grobogan bersama Polres Grobogan dan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Komandan Korem 073/Makutarama yang diteruskan melalui Dandim 0717/Grobogan untuk menginisiasi gerakan kebersihan lingkungan secara terpadu di wilayah masing-masing.
Dalam perspektif kehumasan Mabes TNI–Polri, kegiatan ini tidak sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik yang menegaskan kehadiran negara melalui aparat teritorial dan kepolisian dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan paradigma keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang bersifat humanis, preventif, serta partisipatif.
Sinergi Lintas Institusi dan Partisipasi Publik
Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan personel gabungan bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan berbagai fasilitas umum, di antaranya Alun-Alun Purwodadi, Masjid Agung Baitul Makmur, Klenteng Hok An Bio, kawasan kantor pemerintahan, pasar kuliner, hingga SMP Negeri 3 Purwodadi.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan, menunjukkan pendekatan sistemik dan terstruktur dalam membangun budaya kebersihan berbasis komunitas.
Komandan Kodim 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, menegaskan bahwa karya bakti merupakan implementasi nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam aspek ketahanan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kebersihan lingkungan adalah pangkal kesehatan. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencegah potensi timbulnya penyakit,” ujarnya.
Kepemimpinan Daerah Hadir di Tengah Masyarakat
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi, Wakil Bupati Sugeng Prasetyo, Kapolres Grobogan Ike Yulianto Wicaksono, Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Sefran Haryadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Dwi Cahyono, serta Kepala Dinas Pendidikan Purnomo.
Kehadiran unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah yang terlibat langsung dalam aktivitas pembersihan menjadi simbol kepemimpinan partisipatif dan teladan sosial. Tidak sekadar instruktif, para pemimpin daerah membaur bersama masyarakat, menyapu, mengangkut sampah, serta menata ulang area publik.Dalam kerangka kehumasan sosial, partisipasi aktif pimpinan daerah dan aparat keamanan ini memperkuat legitimasi moral sekaligus membangun kedekatan emosional antara negara dan warga. Model kepemimpinan demikian menjadi bagian dari strategi penguatan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi negara.
Revitalisasi Nilai Gotong Royong sebagai Modal Sosial
Karya bakti lintas institusi ini sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai modal sosial (social capital) yang telah lama menjadi karakter kebangsaan Indonesia. Dalam konteks pembangunan daerah, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi publik, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dimaknai sebagai kampanye edukatif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat fasilitas umum sebagai aset bersama.
Menuju Grobogan Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan
Melalui karya bakti terpadu ini, diharapkan terwujud Kabupaten Grobogan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial dan lingkungan di tengah dinamika pembangunan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan kesejahteraan sosial bukan hanya diukur dari aspek penegakan hukum semata, tetapi juga dari kemampuan institusi negara dalam menggerakkan solidaritas kolektif demi kepentingan bersama.
Dengan semangat gotong royong yang terus diperkuat, Kabupaten Grobogan menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya bertumbuh secara fisik, tetapi juga matang secara sosial dan kelembagaan.Punkasnya,







