Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan “Indonesia Asri” di Kajen: Sinergi Polri–Pemda Wujudkan Lingkungan Sehat dan Berdaya Saing Nasional

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-13T15:17:05Z

MNI|Pekalongan, JAWA TENGAH — Komitmen membangun ruang publik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui Apel Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipusatkan di Taman Dadi Kajen (Tugu 0 KM), Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/12/2025). Kegiatan kolaboratif ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, bersama Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, serta melibatkan ratusan personel gabungan TNI–Polri, perangkat daerah, dan relawan masyarakat.

Aksi bersih-bersih massal tersebut merupakan implementasi konkret arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan budaya kebersihan nasional sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa dan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.

Lingkungan Bersih sebagai Pilar Kesehatan Publik

Dalam amanatnya, AKBP Rachmad C. Yusuf menekankan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan transformasi budaya yang harus terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari masyarakat.

“Indonesia yang asri tidak akan terwujud hanya lewat pidato. Perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil—memastikan tidak ada sampah plastik, puntung rokok, atau limbah rumah tangga yang tercecer,” tegasnya.

Secara konseptual, kebersihan lingkungan memiliki korelasi langsung dengan derajat kesehatan masyarakat. Ruang publik yang terbebas dari sampah dan pencemaran berkontribusi pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga gangguan akibat sanitasi buruk. Upaya preventif berbasis partisipasi sosial ini menjadi pendekatan strategis dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Kapolres juga menegaskan bahwa disiplin menjaga kebersihan merupakan refleksi integritas personal dan kolektif. Lingkungan yang tertata mencerminkan tata pikir yang sistematis dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Fokus pada Sentra Ekonomi dan Titik Rawan Lingkungan

Usai apel, pasukan gabungan bergerak menyisir sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Tugu 0 KM Sibedug, Jalan Diponegoro Kajen, Pasar Kajen, Terminal Kajen, serta Dukuh Empon-empon, Desa Kalijoyo—wilayah yang terdampak erosi sampah dari TPA Bojonglarang.


Fokus utama diarahkan pada Pasar Kajen sebagai urat nadi ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Penataan kebersihan di area pasar dipandang sebagai langkah strategis untuk menjamin kenyamanan transaksi ekonomi sekaligus menjaga standar higienitas pangan dan ruang interaksi publik.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menindaklanjuti arahan Bapak Presiden terkait kenyamanan, kebersihan, dan tata ruang yang baik. Pasar Kajen menjadi prioritas karena merupakan sentral aktivitas ekonomi. Lingkungan yang bersih akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” jelas Kapolres.

Sinergi Lintas Sektor dan Edukasi Sosial

Keterlibatan unsur Polres Pekalongan, Kodim Pekalongan, Satpol PP, Dinas Sosial, serta relawan menegaskan pendekatan kolaboratif dalam tata kelola kebersihan daerah. Sinergi lintas sektor ini tidak hanya berorientasi pada aksi fisik pembersihan, tetapi juga edukasi sosial guna membangun kesadaran kolektif.

Dalam perspektif kehumasan Mabes dan framing media nasional, gerakan ini menjadi model partisipasi aktif institusi keamanan dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat. Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial melalui pendekatan humanis dan preventif.

Gerakan Indonesia Asri juga dilaksanakan serentak di masing-masing wilayah Polsek jajaran sebagai bentuk desentralisasi aksi dan perluasan dampak. Diharapkan, gerakan ini menjadi katalisator budaya bersih yang berkelanjutan, bukan sekadar momentum temporer.

Investasi Sosial untuk Generasi Mendatang

Kapolres mengingatkan bahwa lingkungan yang dinikmati hari ini bukan warisan masa lalu semata, melainkan amanah bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian menjadi tanggung jawab moral bersama.

Gerakan Indonesia Asri di Kajen menjadi representasi konkret bahwa pembangunan kesehatan sosial tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ruang hidupnya. Ketika disiplin kebersihan tumbuh sebagai budaya, maka tercipta ekosistem sosial yang sehat, produktif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Punkasnya,Eko.wahid.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update