MNI|GROBOGAN – Semangat membangun dari desa kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Grobogan, dan masyarakat. Program Karya Bakti Mandiri (KBM) TNI Tahap VIII Tahun 2026 yang dilaksanakan di Dusun Lejok, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, resmi ditutup dan hasil pembangunannya diresmikan pada Kamis (9/7/2026). Program tersebut menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Grobogan yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik, Muhammad Fahrudin, S.H., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Grobogan. Prosesi ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan hasil pembangunan oleh masyarakat. Sebelum prosesi berlangsung, Danramil 14/Karangrayung Kapten Ckm Sugeng memaparkan secara menyeluruh capaian pelaksanaan KBM TNI di Desa Mojoagung.
Program KBM Tahap VIII Tahun 2026 berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Sasaran fisik meliputi pengecoran jalan sepanjang 475 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter, rehabilitasi satu unit pos kamling, rehabilitasi mushala, serta pembangunan enam unit jambanisasi bagi warga.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat kualitas lingkungan permukiman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kehidupan sosial warga Desa Mojoagung.
Kepala Desa Mojoagung, Siswanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan, Kodim 0717/Grobogan, serta Koramil 14/Karangrayung yang telah menghadirkan pembangunan melalui semangat gotong royong bersama masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan KBM TNI bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat dalam membangun desa secara partisipatif.
"Mewakili masyarakat Desa Mojoagung kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan, Kodim 0717/Grobogan, khususnya Koramil 14/Karangrayung yang telah bergotong royong bersama masyarakat sehingga pembangunan ini dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi warga," ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0717/Grobogan yang diwakili Kasdim Mayor Cba A.M. Ichfani, S.E., menegaskan bahwa Program Karya Bakti Mandiri merupakan implementasi nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pilar keenam mengenai pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai upaya pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Ia menjelaskan bahwa KBM TNI merupakan bentuk sinergitas antara TNI AD dan pemerintah daerah yang selaras dengan kebijakan nasional dalam mempercepat pembangunan kawasan pedesaan, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Kasdim menegaskan bahwa esensi Karya Bakti Mandiri tidak hanya terletak pada penyelesaian proyek pembangunan fisik. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, serta rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama.
"Program Karya Bakti Mandiri bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi wahana pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Semoga seluruh hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mojoagung," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, sambutan Bupati Grobogan yang dibacakan oleh Muhammad Fahrudin menegaskan bahwa Program KBM merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan bersama Kodim 0717/Grobogan sebagai bentuk komitmen mempercepat pembangunan wilayah pedesaan secara merata.
Menurutnya, pembangunan desa merupakan fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan daerah yang inklusif. Karena itu, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat yang memiliki komitmen bersama untuk membangun desa menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Ia berharap hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui KBM mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar mobilitas warga, memperkuat kualitas pelayanan sosial, serta menjadi pemantik lahirnya semangat kebersamaan dalam menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun.
Peresmian KBM TNI Tahap VIII Tahun 2026 di Desa Mojoagung menjadi gambaran konkret bahwa pembangunan berbasis kolaborasi merupakan strategi efektif dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Kehadiran TNI bersama pemerintah daerah tidak hanya memperkuat pembangunan fisik, tetapi juga membangun optimisme masyarakat bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan desa yang maju, tangguh, dan berdaya saing menuju Grobogan yang semakin sejahtera.
Punkasnya,Shabar.aji.


.jpg)