Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wartawan Asal Demak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kudus, Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Kematian

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T05:18:41Z


 MNI|KUDUS – Warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kamar kos pada Selasa (28/7/2026) pagi. Korban diketahui bernama Suyono (47), warga Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, yang berprofesi sebagai wartawan.

Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 07.50 WIB setelah penghuni sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar korban. Bau menyengat yang semakin kuat memunculkan kecurigaan warga sehingga mereka segera berkoordinasi dengan pemilik rumah kos untuk memastikan kondisi penghuni kamar.

Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, menjelaskan bahwa saksi bersama pemilik kos kemudian berupaya melihat ke dalam kamar melalui jendela. Dari pengamatan tersebut, korban terlihat sudah tergeletak di lantai dengan kondisi tubuh yang telah membengkak.

"Setelah mencium bau menyengat, saksi bersama pemilik kos melihat ke dalam kamar melalui jendela. Korban terlihat sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tubuh membengkak. Selanjutnya kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Jati," ujar AKP Hadi Noor Cahyo.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Jati bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Suyono, lahir di Demak pada 26 Juli 1979. Selama bekerja di Kabupaten Kudus, korban menempati kamar kos milik Redjo yang berada di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati.

Berdasarkan keterangan pemilik kos, terakhir kali korban terlihat pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu korban sempat diajak berbincang mengenai kelanjutan masa sewa kamar. Dalam percakapan tersebut, korban menyampaikan masih akan melanjutkan tinggal di tempat kos tersebut. Setelah pertemuan itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia beberapa hari kemudian.

Kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan prosedur yang berlaku. Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi serta melakukan pemeriksaan medis sesuai kebutuhan penyidikan.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian lingkungan memiliki peran penting dalam mendeteksi situasi darurat. Respons cepat warga yang melaporkan kejadian kepada aparat kepolisian memungkinkan proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara cepat sesuai prosedur.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta di lapangan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang  berwenang 

Red,Apip.Aji.



TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update