MNI|GROBOGAN – Penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda terus menjadi perhatian TNI AD melalui pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satu implementasinya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 14/Karangrayung Kodim 0717/Grobogan, Serma Wahyu, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di SDN 3 Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Senin (27/7/2026).
Kehadiran Babinsa sebagai Inspektur Upacara bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari strategi pembinaan karakter bangsa melalui pendekatan edukatif kepada peserta didik. Program tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun generasi yang memiliki disiplin tinggi, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat sejak usia sekolah dasar.
Dalam amanatnya di hadapan kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa, Serma Wahyu menegaskan bahwa upacara bendera memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar rutinitas mingguan. Upacara merupakan media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air, menghormati jasa para pahlawan, memperkuat persatuan bangsa, sekaligus membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui upacara bendera, anak-anak belajar menghargai perjuangan para pendiri bangsa, memahami pentingnya persatuan, serta memiliki semangat bela negara sesuai dengan kapasitas mereka sebagai pelajar. Nasionalisme harus dibangun sejak usia dini agar kelak menjadi pribadi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Serma Wahyu juga mengajak seluruh siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar, menaati peraturan sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi segala bentuk perilaku negatif yang dapat merusak masa depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, dan sikap bertanggung jawab.
Selain memberikan motivasi belajar, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, membangun budaya saling menghormati antar sesama teman, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana agar memberikan manfaat bagi peningkatan ilmu pengetahuan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah yang menilai kehadiran Babinsa mampu memberikan motivasi sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik. Kehadiran aparat TNI di lingkungan sekolah dinilai mampu menghadirkan keteladanan mengenai disiplin, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kecintaan terhadap bangsa.
Program pembinaan teritorial melalui kegiatan menjadi Inspektur Upacara merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat di bidang pendidikan. Melalui pendekatan humanis dan edukatif, Babinsa tidak hanya menjalankan tugas menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki jiwa patriotisme yang kokoh.
Dengan kolaborasi antara TNI, sekolah, dan masyarakat, diharapkan nilai-nilai kebangsaan terus tertanam kuat dalam diri generasi muda sehingga mampu melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang cerdas, berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap mengabdi demi kemajuan Indonesia. Semangat nasionalisme yang ditanamkan sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, dan mewujudkan Indonesia yang semakin maju, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.
Punkasnya,Menrang Shabar..adji.



.jpg)