MNI|Grobogan – Semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi lintas sektor kembali menjadi fondasi utama dalam pembangunan pedesaan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Penutupan Karya Bakti Mandiri (KBM) Kodim 0717/Grobogan Tahap IX Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Grobogan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Grobogan Setyo Hadi, Dandim 0717/Grobogan yang diwakili Kasdim Mayor Cba A.M. Ichfani, S.E., Kapolres Grobogan yang diwakili Wakapolres Kompol Muhamad Fadlan, S.H., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Grobogan Achmad Haryono, S.H., Camat Toroh Indah Dwi Handayani, S.E., Danramil 03/Toroh Kapten Inf Edi Sucipto, S.E., Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto, S.H., Kepala Desa Genengadal Supriyono, jajaran TNI-Polri, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, LPMD, serta warga Desa Genengadal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi hasil pembangunan fisik berupa jalan beton di Dusun Gandok, Desa Genengadal. Selanjutnya dilakukan pemaparan hasil pelaksanaan program Karya Bakti Mandiri oleh Danramil 03/Toroh Kapten Inf Edi Sucipto, S.E., dilanjutkan prosesi pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya jalan hasil pembangunan, kemudian rombongan Forkopimda melaksanakan pengecekan langsung terhadap hasil pembangunan sebelum menuju Balai Desa Genengadal untuk mengikuti acara penutupan secara resmi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Genengadal Supriyono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan, Kodim 0717/Grobogan, Koramil 03/Toroh, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Karya Bakti Mandiri.
Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasdim 0717/Grobogan Mayor Cba A.M. Ichfani, S.E., yang membacakan sambutan Dandim menegaskan bahwa Karya Bakti Mandiri merupakan implementasi nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan daerah sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, stabilitas keamanan, serta mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan global, termasuk penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, pengembangan UMKM, serta pembangunan berbasis desa sebagaimana menjadi arah pembangunan nasional.
Kasdim menjelaskan bahwa selama kurang lebih 18 tahun, sejak tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Kodim 0717/Grobogan terus menjaga keberlanjutan program Karya Bakti Mandiri sebagai inovasi pembangunan daerah yang terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada pelaksanaan KBM Tahap IX Tahun 2026 di Desa Genengadal, seluruh sasaran fisik berhasil diselesaikan sesuai rencana, meliputi pengecoran jalan beton sepanjang 400 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter, rehabilitasi dua unit mushola, rehabilitasi dua unit pos kamling, serta pembangunan lima unit jamban keluarga.
Selain pembangunan fisik, program tersebut juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan melalui berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan gratis, edukasi pencegahan stunting, keluarga berencana, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga pelayanan KB gratis.
Pemerintah Kabupaten Grobogan yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik Muhammad Fahrudin, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran TNI melalui program Karya Bakti Mandiri telah memberikan kontribusi besar dalam percepatan pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat telah menghasilkan pembangunan yang tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga memperkuat karakter sosial masyarakat melalui budaya gotong royong.
Ia menilai tingginya partisipasi warga Desa Genengadal menjadi contoh bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan kepada masyarakat berupa 50 paket sembako, 50 sak beras masing-masing seberat lima kilogram, serta perlengkapan sekolah bagi 35 siswa sekolah dasar yang terdiri atas tas sekolah, buku tulis, serta alat tulis.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak agar semakin semangat dalam menempuh pendidikan.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan Karya Bakti Mandiri menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur semata, tetapi juga membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Pengamanan serta pemantauan dilakukan secara terpadu oleh jajaran TNI dan Polri sehingga seluruh agenda berjalan kondusif hingga selesai.
Keberhasilan pelaksanaan Karya Bakti Mandiri Tahap IX Tahun 2026 di Desa Genengadal diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan budaya gotong royong sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, mempererat sinergi TNI–Polri bersama pemerintah daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan.
punkasnya,Menrang Shabar.Aji.



.jpg)