MNI|Kodim 0717/Grobogan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat melalui program Karya Bakti Mandiri (KBM) TNI Tahap V Tahun Anggaran 2026 yang secara resmi ditutup dan diresmikan di Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jumat (22/05/2026).
Peresmian hasil pembangunan KBM TNI tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama Komandan Kodim 0717/Grobogan Wefri Sandiyanto yang ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya jalan rabat beton hasil karya gotong royong TNI dan masyarakat Desa Suru.
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, aparat kewilayahan, pelajar, serta warga Desa Suru yang selama pelaksanaan program aktif bergotong royong bersama personel TNI.
Program KBM TNI Tahap V ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif antara Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan dengan TNI AD dalam mempercepat pemerataan pembangunan desa, khususnya pada sektor infrastruktur dasar dan penguatan nilai sosial kemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, program KBM tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter sosial masyarakat melalui pendekatan edukatif, kebangsaan, dan kemanusiaan. Hal tersebut terlihat dari sasaran kegiatan yang terbagi menjadi dua bagian utama, yakni sasaran fisik dan nonfisik.
Untuk sasaran fisik, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pembangunan pengecoran jalan rabat beton yang menjadi akses vital masyarakat desa, rehabilitasi mushola, perbaikan pos kamling, hingga program jambanisasi guna meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan masyarakat.
Sementara pada sasaran nonfisik, kegiatan diisi dengan berbagai penyuluhan edukatif yang mencakup wawasan bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahaya narkoba, pencegahan radikalisme, penyuluhan hukum, hingga edukasi kesehatan masyarakat.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program KBM TNI tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan sosial dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto menegaskan bahwa program KBM merupakan bentuk nyata sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan melalui KBM diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah desa, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan sosial warga.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat Desa Suru yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan individualistik.
“Dengan selesainya kegiatan KBM ini, bukan berarti hubungan dan kebersamaan berhenti sampai di sini. Ke depan masih banyak tugas pembangunan yang harus kita kerjakan bersama demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dandim berharap semangat pengabdian yang dilandasi ketulusan, keikhlasan, dan solidaritas selama program berlangsung dapat menjadi energi sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Suru.
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Kodim 0717/Grobogan atas pelaksanaan KBM yang berjalan tertib, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati menilai keberadaan program KBM TNI menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat desa.
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi identitas luhur masyarakat Jawa namun mulai mengalami pergeseran akibat perkembangan sosial modern.
Menurutnya, KBM TNI bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga media pendidikan sosial yang mengajarkan nilai solidaritas, kepedulian, kerja sama, dan persatuan masyarakat.
“Dengan bergotong royong, pekerjaan berat terasa ringan, cepat selesai, mempererat kebersamaan, serta menciptakan kerukunan di tengah masyarakat,” tegas Bupati.
Nuansa pendidikan sosial dalam kegiatan KBM semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan pembagian perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Desa Suru. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus motivasi bagi anak-anak desa agar terus semangat belajar dan menggapai cita-cita.
Selain bantuan pendidikan, jajaran TNI dan pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu sebagai bentuk perhatian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang menilai program KBM TNI telah memberikan dampak nyata, baik dari sisi pembangunan fisik maupun penguatan nilai kemanusiaan dan pendidikan sosial masyarakat.
Program KBM TNI Tahap V di Desa Suru sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus menjadi inspirasi pembangunan berbasis gotong royong di wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
Punkasnya,Shabar.aji.




.jpg)