Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rumah Kosong di Banjarejo Blora Ludes Terbakar, Diduga Akibat Sambaran Petir di Tengah Hujan Lebat

Sabtu, 11 April 2026 | April 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-11T04:10:14Z

 


MNI|BLORA – Peristiwa kebakaran yang dipicu faktor alam kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Sebuah rumah milik warga di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, dilaporkan ludes terbakar pada Jumat (10/04/2026) sore, setelah diduga kuat tersambar petir di tengah intensitas hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi jajaran kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menimpa rumah milik seorang warga berinisial SE (25), yang diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta. Saat kejadian berlangsung, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena pemilik tengah bekerja di wilayah Kecamatan Tunjungan.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Midiyono, S.H., menyampaikan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan sejumlah saksi mengindikasikan sumber api berasal dari sambaran petir yang mengenai bagian atap rumah.

“Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lapangan, api diduga muncul akibat sambaran petir saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Material bangunan yang didominasi kayu jati turut mempercepat proses perambatan api,” ungkapnya dalam keterangan kehumasan yang diterima awak media.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika hujan deras disertai petir mengguyur kawasan Desa Kebonrejo. Seorang saksi mata berinisial M (49), yang baru kembali dari pusat kota Blora, mengaku melihat kobaran api muncul dari bagian tengah rumah sesaat setelah terdengar suara petir yang menggelegar.

Menyadari situasi darurat tersebut, saksi segera berinisiatif menuju masjid terdekat untuk mengumumkan kejadian melalui pengeras suara, guna meminta bantuan warga sekitar. Respons cepat masyarakat pun terlihat, dengan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Namun demikian, kencangnya embusan angin serta karakteristik bangunan yang berbahan kayu menyebabkan api dengan cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bagian rumah. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar satu jam kemudian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sejumlah aset berharga milik korban dilaporkan turut hangus terbakar, di antaranya satu unit sepeda motor Honda CBR, dua unit sepeda listrik, tiga almari berbahan kayu jati, serta berbagai perlengkapan pribadi lainnya.

Sebagai bagian dari langkah penanganan, aparat dari Polsek Banjarejo telah melakukan pengamanan lokasi kejadian serta mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa sisa material terbakar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Proses pendataan kerugian dan koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan guna memastikan penanganan pascakejadian berjalan optimal.

Dalam konteks kehumasan dan mitigasi risiko sosial, Polres Blora mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada saat terjadi cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan aktivitas petir. Warga diharapkan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta mengantisipasi potensi sambaran petir dengan tidak berlindung di area terbuka maupun bangunan yang rentan.

Peristiwa ini menjadi pengingat kolektif bahwa faktor alam dapat menjadi pemicu bencana yang datang secara tiba-tiba. Sinergi antara masyarakat, aparat keamanan, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem mitigasi dan respons cepat guna meminimalisir dampak kerugian di masa mendatang.

Punkasnya,Aji.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update