Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polda Jateng Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih dan Transparan, Prinsip BETAH Jadi Pilar Utama Seleksi

Senin, 06 April 2026 | April 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T12:23:47Z


 MNI|Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah kembali menegaskan komitmen institusionalnya dalam mewujudkan sistem rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan berintegritas pada Tahun Anggaran 2026. Melalui implementasi prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—Polda Jateng berupaya menghadirkan proses seleksi yang tidak hanya profesional, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keadilan serta keterbukaan informasi publik.

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memperkuat legitimasi publik terhadap proses penerimaan anggota baru, sekaligus menjawab berbagai persepsi dan isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait transparansi seleksi.

Bertempat di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Artanto, menegaskan bahwa prinsip BETAH bukan sekadar jargon administratif, melainkan pedoman operasional yang diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan seleksi. Pernyataan tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut konkret atas arahan Asisten SDM Kapolri, Anwar, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam sistem rekrutmen Polri.

“Seluruh tahapan seleksi kami pastikan berjalan secara objektif, tanpa adanya jalur khusus, kuota tertentu, maupun bentuk intervensi lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang terukur,” ujar Artanto dalam keterangan resminya, Selasa (6/4/2026).

Dalam konteks penguatan fungsi kehumasan, jajaran Humas Polri turut mengambil peran strategis melalui intensifikasi peliputan di setiap tahapan seleksi. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi institusional, tetapi juga sebagai instrumen edukasi publik yang memberikan pemahaman komprehensif terkait mekanisme dan standar seleksi penerimaan anggota Polri.

Tim dokumentasi secara aktif merekam setiap proses, baik dalam bentuk visual maupun audiovisual, guna memastikan keterbukaan informasi dapat diakses masyarakat luas secara faktual dan transparan. Publikasi hasil seleksi pun dilakukan secara bertahap, mencakup seluruh komponen penilaian mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, uji psikologi, hingga tahapan akademik dan penelusuran mental kepribadian.

Secara sistematis, tahapan seleksi penerimaan Polri meliputi proses pendaftaran dan verifikasi administrasi, penandatanganan pakta integritas, pemeriksaan kesehatan tahap I dan II, uji psikologi, tes akademik, uji kompetensi, hingga sidang kelulusan akhir. Seluruh rangkaian tersebut dilaksanakan secara berjenjang dengan pengawasan ketat, baik dari internal institusi maupun pihak eksternal, guna menjamin objektivitas dan akuntabilitas hasil seleksi.

Lebih jauh, pendekatan humanis juga menjadi bagian integral dalam pelaksanaan seleksi, di mana peserta tidak hanya dinilai dari aspek akademik dan fisik, tetapi juga integritas moral serta kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Keterbukaan yang diusung Polda Jateng diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, sekaligus membangun persepsi positif bahwa proses rekrutmen berjalan secara profesional dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai prinsip keadilan.

Menutup keterangannya, Kabid Humas memberikan pesan motivatif kepada seluruh peserta seleksi agar tetap menjaga integritas, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempersiapkan diri secara optimal dalam setiap tahapan yang dijalani.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang dijalani dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Tetap fokus, percaya diri, dan junjung tinggi nilai integritas,” pungkasnya.Aji.tim.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update