Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketahanan Pangan dan Stabilitas Kamtibmas, Polres Demak Perkuat Sinergi Lintas Sektor Bersama Bulog dan Perbankan

Selasa, 14 April 2026 | April 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-14T06:24:04Z


MNI|DEMAK, Jawa Tengah — Dalam upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polres Demak menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (14/4/2026). Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan guna merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan yang berimplikasi langsung terhadap kondisi sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah dan lembaga strategis, di antaranya perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog Kancab Semarang, Perhutani KPH Semarang, serta sektor perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank BTN Cabang Demak. Sinergi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan pertanian yang diusung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kemandirian nasional.


Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi strategis yang tidak terpisahkan dari stabilitas kamtibmas. Menurutnya, fluktuasi harga, distribusi yang tidak merata, hingga potensi kelangkaan bahan pokok dapat menjadi faktor pemicu gangguan sosial apabila tidak dikelola secara komprehensif.

“Ketahanan pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah terpadu agar potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya dalam forum tersebut.

Dalam perspektif kehumasan pemerintah, pendekatan yang dibangun tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis produksi, tetapi juga komunikasi publik yang efektif guna meningkatkan literasi masyarakat, khususnya petani, terhadap program-program strategis pemerintah di sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan visi penguatan ketahanan pangan nasional yang adaptif terhadap dinamika global dan domestik.

Evaluasi yang disampaikan dalam rapat mengidentifikasi tiga persoalan utama. Pertama, belum optimalnya pemanfaatan lahan pertanian. Data menunjukkan masih terdapat potensi lahan yang signifikan, baik dari aset internal maupun lahan masyarakat, yang belum dimaksimalkan untuk produksi pangan, termasuk komoditas jagung sebagai salah satu prioritas nasional.

Kedua, rendahnya serapan hasil panen oleh Perum Bulog. Dari target 8.500 ton pada tahun 2026, realisasi penyerapan baru mencapai 72 ton. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas harga di tingkat petani, tetapi juga berpotensi melemahkan daya dukung cadangan pangan pemerintah.

Ketiga, keterbatasan akses permodalan bagi petani, terutama dalam pemanfaatan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Minimnya sosialisasi dan pendampingan menjadi faktor penghambat optimalisasi pembiayaan sektor pertanian yang seharusnya dapat mendorong peningkatan produktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Polres Demak mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain optimalisasi lahan tidur melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan, penguatan koordinasi dengan Bulog untuk meningkatkan serapan hasil panen, serta akselerasi akses pembiayaan melalui sektor perbankan. Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan pascapanen, termasuk teknologi pengeringan kadar air jagung, juga menjadi fokus utama.

Pendekatan ini mencerminkan peran aktif Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, fungsi kehumasan menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik serta memastikan informasi kebijakan tersampaikan secara transparan dan akuntabel.

Kapolres Demak berharap sinergi yang terbangun dapat menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan nasional.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan petani yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang membangun kebanggaan nasional melalui kedaulatan pangan,” pungkasnya.

Melalui langkah strategis ini, diharapkan Kabupaten Demak mampu menjadi model penguatan ketahanan pangan daerah yang terintegrasi, sekaligus berkontribusi dalam


mewujudkan visi besar Indonesia sebagai negara yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dalam bidang pangan.

Punkasnya,Munthohar.Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update