Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Babinsa Tahunan Intensifkan Pendampingan Distribusi Makan Bergizi Gratis, Perkuat Intervensi Gizi Berbasis Sekolah di Grobogan

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T11:57:04Z

 


MNI|Grobogan – Komitmen negara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini kembali ditegaskan melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Grobogan. Aparat kewilayahan TNI melalui Babinsa Koramil 11/Gabus Kodim 0717/Grobogan secara berkelanjutan melaksanakan pendampingan distribusi bantuan pangan bergizi ke sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Gabus, Jumat (17/4/2026).

Pendampingan ini tidak semata bersifat administratif, melainkan mencerminkan pendekatan terintegrasi antara unsur pertahanan teritorial dengan sektor sosial dan pendidikan. Babinsa Desa Tahunan, Sertu Suwarjono, turun langsung ke lapangan mendampingi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam proses distribusi MBG guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar operasional—mulai dari keamanan distribusi, ketepatan sasaran, hingga kualitas konsumsi.

“Kami memastikan program ini tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh peserta didik yang membutuhkan. Ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang pembangunan generasi bangsa,” ujar Sertu Suwarjono di sela kegiatan.

Program MBG di wilayah Desa Tahunan menyasar berbagai jenjang pendidikan, mencerminkan pendekatan inklusif berbasis kebutuhan gizi lintas usia. Tercatat, PAUD Cahaya menerima 19 porsi, SDN 01 Tahunan sebanyak 162 porsi, serta SMPN Gabus memperoleh alokasi terbesar yakni 1.028 porsi. Secara keseluruhan, total 1.209 porsi makanan bergizi didistribusikan dalam satu siklus kegiatan.

Menu yang disajikan pun dirancang dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang, meliputi nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam asam manis sebagai protein hewani, tempe mendoan sebagai protein nabati, tumis pakcoy sebagai sumber serat dan mikronutrien, serta buah jeruk santang guna melengkapi asupan vitamin.

Dalam perspektif kehumasan pemerintah, kegiatan ini merupakan manifestasi konkret sinergitas lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menjawab isu strategis nasional, khususnya penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi anak. Pendampingan Babinsa juga memperkuat aspek akuntabilitas publik, memastikan bahwa setiap intervensi sosial berjalan transparan, tepat guna, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sertu Suwarjono menegaskan bahwa kegiatan monitoring tidak hanya difokuskan pada kelancaran distribusi, tetapi juga pada pengawasan kualitas makanan agar tetap layak konsumsi dan memenuhi standar kesehatan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menjamin efektivitas program dalam jangka panjang.

“Pengawasan kualitas menjadi bagian krusial. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan tidak hanya sampai, tetapi juga aman dan memenuhi nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak,” tegasnya.

Secara makro, keterlibatan aktif Babinsa dalam program sosial seperti MBG mencerminkan peran adaptif TNI dalam mendukung agenda pembangunan nasional di luar fungsi pertahanan konvensional. Pendekatan ini sekaligus mempertegas paradigma baru pembinaan teritorial yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan di wilayah binaan, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap permasalahan gizi, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam membentuk


generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Punkasnya,Shabar,Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update