Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jamin Keamanan Pekan Suci, Kapolres Demak Tinjau Kesiapan Sabtu Suci di GKJ Demak

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T12:53:02Z


MNI|DEMAK — Dalam rangka menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada momentum sakral Pekan Suci umat Kristiani, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan pelaksanaan ibadah Sabtu Suci di Gereja Kristen Jawa Demak, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif dan strategis Polri dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah keagamaan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Pemantauan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mencerminkan pendekatan profesional dan humanis institusi kepolisian dalam mengawal kebebasan beragama sebagaimana dijamin dalam konstitusi. Dalam konteks ini, Polres Demak telah mengerahkan sedikitnya 240 personel gabungan yang disiagakan di berbagai titik gereja guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman konvensional maupun non-konvensional yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya sebagai simbol otoritas negara, tetapi juga sebagai manifestasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. “Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen institusi Polri dalam menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya secara aman dan tanpa intimidasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, langkah-langkah pengamanan yang diterapkan mencakup sterilisasi lokasi ibadah, pengawasan akses masuk jemaat, hingga penggunaan unit K9 (anjing pelacak) sebagai bagian dari prosedur standar operasional dalam mendeteksi potensi ancaman bahan berbahaya. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam menerapkan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam pengamanan kegiatan keagamaan berskala besar.

Sementara itu, Pendeta GKJ Demak, Jefta Teguh Saroso, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan profesionalitas jajaran Polres Demak dalam memberikan pengamanan terhadap kegiatan ibadah umat Kristiani. Ia menilai kehadiran aparat kepolisian mampu memberikan rasa tenang dan meningkatkan kualitas kekhusyukan ibadah.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan pengamanan yang diberikan. Kehadiran aparat, termasuk dengan langkah-langkah antisipatif seperti penggunaan anjing pelacak, membuat jemaat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” ungkapnya.

Rangkaian Pekan Suci sendiri telah dimulai sejak perayaan Minggu Palma pada 29 Maret, dilanjutkan dengan Kamis Putih dan Jumat Agung, yang masing-masing memiliki makna teologis mendalam dalam tradisi kekristenan. Sabtu Suci menjadi momentum reflektif yang sarat makna penantian sebelum memasuki puncak perayaan Paskah.

Dalam kerangka itu, Kapolres kembali menegaskan bahwa Polri akan terus mengedepankan pola pengamanan berbasis deteksi dini, intelijen preventif, serta sinergitas lintas sektoral guna memastikan tidak adanya celah gangguan kamtibmas. Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia, khususnya dalam menjamin kebebasan beragama dan beribadah.

Dengan pengamanan yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada pelayanan publik, diharapkan seluruh rangkaian ibadah Pekan Suci di wilayah Kabupaten Demak dapat


berlangsung secara aman, damai, dan kondusif, sekaligus memperkuat harmoni sosial dalam bingkai kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Punkasnya,Munthohar,Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update