MNI|DEMAK — Transformasi lanskap olahraga di era digital kian menemukan momentumnya seiring berkembangnya ekosistem e-sport sebagai medium pembinaan generasi muda yang adaptif, kompetitif, dan berkarakter. Dalam kerangka tersebut, Kepolisian Resor Demak, Jawa Tengah, menginisiasi turnamen e-sport Mobile Legends: Bang Bang bertajuk Kapolres Demak Cup 2026 sebagai instrumen strategis pembinaan sosial, edukasi teknologi, serta penguatan nilai-nilai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3 hingga 4 April 2026, di Pendopo Satya Bhakti Praja ini menjadi representasi nyata sinergi lintas sektor antara kepolisian, pemangku kepentingan pendidikan, serta institusi olahraga daerah dalam membangun ekosistem generasi muda yang unggul dan berintegritas.
Sebanyak 520 pelajar dari jenjang SMP hingga SMA ambil bagian dalam kompetisi ini, tergabung dalam 103 tim yang terdiri dari 25 tim tingkat SMP dan 78 tim tingkat SMA. Dinamika pertandingan berlangsung kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi prinsip sportivitas, fair play, dan etika digital, mencerminkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan era teknologi informasi.
Kolaborasi strategis ini melibatkan sejumlah institusi, antara lain Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak, Komite Olahraga Nasional Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, serta Esports Indonesia Kabupaten Demak. Sinergitas ini menegaskan pendekatan kolaboratif dalam menciptakan ruang ekspresi positif sekaligus pembinaan talenta digital berbasis nilai edukatif dan sosial.
Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, menegaskan bahwa e-sport tidak lagi dipandang sebagai aktivitas rekreatif semata, melainkan telah bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara global. Menurutnya, pendekatan humanis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci dalam membangun kedekatan institusi kepolisian dengan generasi milenial dan generasi Z.
“E-sport merupakan bagian dari olahraga modern yang memiliki potensi besar dalam membentuk karakter, disiplin, serta kemampuan berpikir strategis generasi muda. Oleh karena itu, kami menghadirkan wadah ini sebagai ruang positif untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kamtibmas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam mereduksi potensi perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti balap liar, tawuran, hingga penyalahgunaan narkotika. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, generasi muda diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi ruang internalisasi nilai-nilai sosial melalui deklarasi Kamtibmas E-sport Championship Kapolres Demak Cup 2026. Para peserta menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, menolak penyebaran hoaks serta ujaran kebencian, dan menjauhi praktik-praktik ilegal seperti perjudian daring dan penyalahgunaan narkoba.
Dari sisi capaian kompetisi, kategori SMA dimenangkan oleh tim D1 United dari SMA Negeri 1 Demak, disusul tim SMAGAMA dari SMA Negeri 3 Demak sebagai juara kedua, serta tim Hara Heta dari SMA Negeri 1 Guntur di posisi ketiga. Sementara pada kategori SMP, tim South Ares dari SMP Negeri 2 Demak berhasil meraih juara pertama, diikuti tim Hoki Pakde dan ESGADE masing-masing sebagai juara kedua dan ketiga.
Penutupan kegiatan yang berlangsung Sabtu sore ditandai dengan penyerahan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan kepada para pemenang. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga stimulus bagi tumbuhnya semangat kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Kapolres Demak berharap ajang ini dapat menjadi program berkesinambungan yang terintegrasi dengan kebijakan pembinaan pemuda dan olahraga, serta selaras dengan arah pembangunan sumber daya manusia nasional di bidang pendidikan dan teknologi.
Ke depan, kami mendorong agar kegiatan ini terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pembinaan generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik dan non-akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjaga stabilitas sosial dan kamtibmas,” pungkasnya.Munthohar.Aji.





