Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dandim Grobogan Intensifkan Akselerasi Infrastruktur Pedesaan, Tinjau Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Garuda

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T22:52:12Z


MNI|GROBOGAN — Komitmen penguatan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan kembali ditegaskan melalui langkah proaktif Komandan Kodim 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, yang secara langsung melakukan peninjauan lapangan terhadap rencana pembangunan lanjutan Jembatan Garuda di sejumlah titik strategis di Kabupaten Grobogan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya akseleratif dalam memperluas konektivitas wilayah sekaligus memperkuat daya dukung ekonomi masyarakat berbasis pedesaan.

Peninjauan tersebut difokuskan pada dua lokasi prioritas, yakni Desa Toko, Kecamatan Penawangan, serta Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon. Kedua wilayah ini dinilai memiliki urgensi tinggi dalam hal kebutuhan akses penghubung yang representatif, khususnya guna menunjang mobilitas warga di sektor pertanian, pelayanan kesehatan, serta akses pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim tidak bekerja secara parsial, melainkan menggandeng lintas sektor sebagai manifestasi sinergitas kelembagaan. Turut hadir mendampingi, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Hj. Lusi Indah Artani, S.E., jajaran teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui tim Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur Komando Rayon Militer (Koramil), serta para kepala desa setempat.


Rangkaian kegiatan peninjauan dilakukan secara komprehensif, mencakup survei teknis lapangan hingga pengukuran awal guna memastikan aspek kelayakan konstruksi dan ketepatan sasaran pembangunan. Hal ini sekaligus mencerminkan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat dalam setiap perencanaan infrastruktur.

Dalam keterangannya kepada awak media, Letkol Inf Wefri Sandiyanto menegaskan bahwa program pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Grobogan akan terus berlanjut secara bertahap dan terukur. Ia mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat sembilan unit jembatan tambahan yang direncanakan akan dibangun dalam waktu mendatang.

“Berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan yang telah dihimpun, kami merencanakan pembangunan sembilan jembatan lanjutan, yang terdiri dari dua jembatan tipe Aramco dan tujuh jembatan gantung atau perintis. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Keberadaan jembatan diharapkan mampu menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan distribusi hasil pertanian, percepatan akses layanan kesehatan, hingga peningkatan partisipasi pendidikan di wilayah terpencil.

Kegiatan survei ini sekaligus mempertegas peran strategis TNI, khususnya melalui satuan teritorial, dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Tujuannya jelas, yakni memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.

Dengan langkah progresif ini, pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Grobogan tidak hanya menjadi simbol konektivitas fisik, namun juga representasi nyata dari

kolaborasi institusional dalam mendorong pemerataan pembangunan dan keadilan akses bagi seluruh lapisan masyarakat

Punkasnya,Shabar.Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update