Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tes Urine Mendadak Tim Sillakku’ Resmob Polres Toraja Utara, Seluruh Personel Negatif Narkoba

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T17:44:54Z

MNI|SULAWESI SELATAN – Komitmen pengawasan internal dan penegakan disiplin institusi kembali ditegaskan jajaran Polres Toraja Utara, Polda Sulawesi Selatan, melalui pelaksanaan tes urine mendadak terhadap Tim Sillakku’ Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif dalam memastikan integritas personel sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap profesionalisme Polri.

Pemeriksaan yang digelar di Aula Mapolres Toraja Utara, Rabu (4/3/2026), dilaksanakan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kegiatan tersebut berada di bawah pengawasan ketat Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) guna menjamin objektivitas, akuntabilitas, dan transparansi hasil pemeriksaan.

Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto A.W., memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam keterangan resminya, ia menegaskan bahwa seluruh personel Unit Resmob atau Tim Sillakku’ telah menjalani pemeriksaan secara acak dan menyeluruh. Hasilnya, 100 persen anggota yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

“Apabila ditemukan personel yang positif narkoba, saya tidak akan ragu mengusulkan sanksi tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Institusi ini harus bersih dari narkoba,” tegas Kapolres.

Langkah pengawasan internal tersebut selaras dengan semangat penegakan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan tindak pidana serius dengan ancaman hukuman berat. Di sisi internal kepolisian, pelanggaran disiplin maupun tindak pidana oleh anggota juga dapat dikenakan sanksi administratif dan pidana sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta regulasi internal Polri tentang kode etik profesi.

AKBP Stephanus Luckyto menegaskan bahwa tes urine mendadak bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari sistem pengawasan berkelanjutan. Pemeriksaan serupa, lanjutnya, akan terus dilakukan secara periodik dan insidentil tanpa pemberitahuan, guna memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan.

Secara kelembagaan, kebijakan ini mencerminkan pendekatan kehumasan Polri yang menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar utama komunikasi publik. Penegakan hukum terhadap masyarakat, menurut Kapolres, harus berjalan seiring dengan penegakan disiplin internal agar tidak terjadi kontradiksi moral maupun institusional.

“Hasil negatif ini menjadi bukti bahwa jajaran kami berkomitmen menjaga marwah institusi. Pemberantasan narkoba bukan hanya ditujukan keluar, tetapi juga ke dalam tubuh organisasi,” ujarnya.

Penguatan disiplin internal tersebut dinilai penting dalam konteks sosial yang lebih luas, mengingat kejahatan narkotika memiliki dampak multidimensional terhadap ketahanan keluarga, stabilitas sosial, dan keamanan daerah. Dengan memastikan aparat penegak hukum bebas dari penyalahgunaan narkoba, Polres Toraja Utara berupaya membangun fondasi integritas yang kokoh dalam pelaksanaan tugas represif maupun preventif.

Hasil 100 persen negatif dari tes urine mendadak ini diharapkan tidak hanya mempertegas komitmen institusional, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial Polri di tengah masyarakat. Transparansi langkah pengawasan internal menjadi pesan strategis bahwa profesionalisme, disiplin, dan kepatuhan terhadap hukum merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam menjalankan amanah negara.

Punkasnya,ARAS.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update