Langkah ini merupakan bagian integral dari kebijakan pengamanan terpadu lintas sektoral yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya dalam rangka memberikan jaminan rasa aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Grobogan. Pengamanan tersebut juga menjadi implementasi nyata dari strategi preventif dalam memitigasi potensi gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga kerawanan sosial selama periode mobilitas tinggi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, sejumlah titik vital di wilayah Grobogan telah didirikan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu yang beroperasi sejak pra hingga pasca arus mudik-balik Lebaran. Pos-pos ini difungsikan sebagai pusat kendali pengawasan, pelayanan publik, serta respons cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan, guna memastikan arus pergerakan masyarakat berjalan lancar, tertib, dan aman.
Pos PAM Lebaran di Tugu Adipura Purwodadi menjadi salah satu titik krusial yang dikelola oleh Kodim 0717/Grobogan dalam mendukung tugas kepolisian. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan strategis sebagai jalur padat yang menjadi lintasan utama para pemudik, sehingga memerlukan kehadiran aparat keamanan secara optimal dan berkelanjutan.
Pasiops Kodim 0717/Grobogan, Kapten Inf Eka Traju Trisna, menegaskan bahwa pendirian Pos PAM tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi komando atas, dalam hal ini Pangdam IV/Diponegoro, sebagai bentuk dukungan konkret TNI terhadap upaya pengamanan nasional pada momentum hari besar keagamaan.
“Pos pengamanan ini kami tempatkan pada titik-titik strategis dengan intensitas lalu lintas tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa personel yang bertugas tidak hanya melakukan pengamanan statis, namun juga melaksanakan patroli mobile, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara. Upaya ini dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan prima.
Selain fungsi pengamanan, Pos PAM juga dioptimalkan sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat. Fasilitas yang tersedia dimanfaatkan sebagai tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang mengalami kelelahan, sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor kelelahan dan kurangnya konsentrasi saat berkendara.
“Keberadaan pos ini tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan pemudik. Kami mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri saat lelah, dan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan,” tambahnya.
Sinergitas antara TNI dan Polri dalam pelaksanaan pengamanan Lebaran ini mencerminkan soliditas aparat negara dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Dengan kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi lintas sektoral yang intensif, diharapkan seluruh rangkaian arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Pendim 0717/Grobogan turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga
keamanan lingkungan serta mematuhi aturan lalu lintas, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama perayaan Idulfitri.Punkasnya,Shabar.Mukti.




