Kegiatan yang sarat dengan nuansa koordinatif dan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Eisti'anah selaku kepala daerah, didampingi Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra serta Dandim 0716/Demak Dony Romansyah. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta personel gabungan dari berbagai instansi menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun sistem pengamanan terpadu yang adaptif dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati Demak menegaskan bahwa momentum Idulfitri tidak semata menjadi perayaan seremonial, melainkan juga refleksi spiritual yang harus dimaknai dengan meningkatkan kualitas ketakwaan dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbir secara khidmat di masjid dan mushola, serta menghindari aktivitas takbir keliling yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum.“Idulfitri adalah momentum sakral yang harus dijaga kesuciannya. Pelaksanaan takbir hendaknya dilaksanakan secara tertib dan religius, sehingga nilai-nilai spiritual tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan publik,” ujar Eisti'anah.
Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan kebijakan larangan penggunaan sound horeg dalam malam takbir sebagai bagian dari langkah preventif guna mencegah potensi gangguan kamtibmas. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari komitmen bersama Forkopimda dalam kerangka deklarasi “Jogo Demak” yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
“Penggunaan sound horeg berpotensi menimbulkan disrupsi ketertiban umum serta risiko keselamatan di jalan raya. Oleh sebab itu, larangan ini bukan semata pembatasan, melainkan upaya perlindungan terhadap masyarakat secara luas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme aparatur di lapangan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan. Hal ini sejalan dengan paradigma pemolisian modern yang mengedepankan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Selain kesiapan personel, optimalisasi sarana dan prasarana, sistem komunikasi, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor determinan dalam memastikan efektivitas pengamanan. Sinergitas antarinstansi dinilai sebagai kunci utama dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin timbul selama malam takbir hingga perayaan Idulfitri berlangsung.
Dengan penguatan orkestrasi pengamanan berbasis kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Demak bersama aparat keamanan berharap seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi elemen fundamental dalam menjaga harmoni sosial. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi imbauan yang telah ditetapkan, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, serta bersama-sama menciptakan suasana Idulfitri yang damai, religius, dan berkeadaban.
Langkah strategis ini sekaligus mencerminkan komitmen pimpinan
daerah dalam menghadirkan tata kelola keamanan publik yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.Punkasnya,Munthohar,Aji.





