Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Khidmat dan Sarat Nilai Transformasi Spiritual, Ribuan Jamaah Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H di Mapolda Jawa Tengah

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-21T05:35:00Z

MNI|Kota Semarang – Atmosfer religius yang sarat kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan di halaman apel Mapolda Jawa Tengah, Sabtu pagi (21/3/2026) pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata sinergitas antara institusi Polri dan masyarakat dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai-nilai spiritual.

Pelaksanaan ibadah tersebut dihadiri secara langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, didampingi para Pejabat Utama (PJU) di lingkungan Polda Jateng. Ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat tampak memadati lokasi sejak dini hari, mencerminkan tingginya antusiasme publik dalam merayakan momentum hari kemenangan secara kolektif.

Rangkaian ibadah berlangsung secara tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Bertindak sebagai imam sekaligus khotib, Kyai Haji Drs. Muhibin, M.A. menyampaikan khutbah yang mengandung dimensi reflektif dan transformatif terkait esensi Idul Fitri sebagai titik balik pembentukan karakter insan yang paripurna.

Dalam substansi khutbahnya, disampaikan bahwa Idul Fitri tidak semata dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat istiqomah dalam empat pilar utama kehidupan spiritual dan sosial. Pertama, peningkatan kualitas hubungan vertikal dengan Allah SWT sebagai fondasi utama keimanan. Kedua, penguatan sensitivitas sosial sebagai implikasi nyata dari ibadah puasa yang membentuk empati dan solidaritas. Ketiga, pengendalian terhadap orientasi materialisme yang berlebihan demi menjaga keseimbangan hidup. Keempat, menjadikan Idul Fitri sebagai akselerator transformasi diri menuju perubahan yang lebih konstruktif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, khotib menegaskan bahwa keimanan yang autentik harus teraktualisasi dalam perilaku nyata yang mencerminkan nilai-nilai moral, etika, serta integritas dalam kehidupan sehari-hari. Puasa Ramadan dipandang sebagai instrumen pembinaan diri yang efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin, kesabaran, serta akhlak mulia.

Dalam perspektif sosial, bulan Ramadan juga memiliki dimensi rekonsiliatif, yakni sebagai ruang untuk merekatkan kembali relasi kekeluargaan dan sosial yang sempat terfragmentasi. Selain itu, Ramadan menjadi wahana peningkatan kapasitas intelektual dan spiritual guna membangun kualitas hidup yang lebih progresif.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Mapolda Jawa Tengah ini sekaligus menjadi simbol representatif dari komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memperkuat nilai kebersamaan dengan masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol. Artanto, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa momentum Idul Fitri merupakan titik strategis dalam mempererat relasi sosial antara Polri dan masyarakat.

“Momentum Idul Fitri ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, solidaritas sosial, serta sinergitas institusional antara Polri dan

masyarakat dapat terus terjaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan, guna mendukung terciptanya stabilitas nasional yang harmonis dan berkeadaban.

Punkasnya,Eko.mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update