Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya intensitas pergerakan kendaraan dari arah barat Pulau Jawa menuju wilayah Jawa Tengah, terutama melalui jalur tol yang menjadi koridor utama distribusi kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan tengah dan timur Pulau Jawa.
Di Gerbang Tol Pejagan, peningkatan volume kendaraan keluar menuju wilayah Jawa Tengah tercatat mencapai puncaknya pada pukul 13.00–14.00 WIB dengan jumlah 557 kendaraan. Sementara itu, arus kendaraan yang masuk menuju arah Jakarta mengalami puncak pergerakan pada pukul 14.00–15.00 WIB sebanyak 366 kendaraan. Secara kumulatif, selama periode pemantauan tercatat sebanyak 5.356 kendaraan masuk (entrance) dan 9.194 kendaraan keluar (exit) di gerbang tol tersebut.
Adapun di Gerbang Tol Kalikangkung, yang dikenal sebagai pintu gerbang utama kendaraan dari arah barat menuju wilayah Semarang, volume kendaraan dari arah Jakarta menuju kota tersebut tercatat cukup signifikan. Data menunjukkan sebanyak 33.608 kendaraan keluar (exit) dari arah Jakarta menuju Semarang. Puncak kepadatan terjadi pada pukul 15.00–16.00 WIB dengan jumlah kendaraan mencapai 2.393 unit dalam satu jam.
Sementara itu, arus kendaraan yang masuk dari arah Semarang menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama tercatat sebanyak 15.457 kendaraan, dengan puncak pergerakan kendaraan terjadi pada pukul 11.00–12.00 WIB sebanyak 878 kendaraan.
Mobilitas kendaraan menuju wilayah timur Pulau Jawa juga terpantau cukup tinggi di Gerbang Tol Banyumanik, yang menjadi penghubung utama arus lalu lintas dari Semarang menuju arah Surabaya. Berdasarkan data pemantauan, tercatat sebanyak 37.248 kendaraan masuk (entrance) dari arah Semarang menuju Surabaya, dengan puncak arus kendaraan terjadi pada pukul 16.00–17.00 WIB sebanyak 2.530 kendaraan.
Sedangkan kendaraan yang keluar dari arah Surabaya menuju Semarang melalui gerbang tol tersebut tercatat sebanyak 18.823 kendaraan. Kepadatan tertinggi pada arus tersebut juga terjadi pada pukul 16.00–17.00 WIB dengan jumlah kendaraan mencapai 1.228 unit.
Pergerakan kendaraan di koridor selatan Jawa juga terlihat aktif melalui ruas Tol Jogja–Solo yang dipantau melalui Gerbang Tol Prambanan. Pada periode pemantauan tersebut, tercatat sebanyak 6.886 kendaraan masuk (entrance) dengan puncak pergerakan pada pukul 14.00–15.00 WIB sebanyak 549 kendaraan. Sementara kendaraan yang keluar (exit) tercatat mencapai 8.592 kendaraan dengan puncak arus pada pukul 15.00–16.00 WIB sebanyak 687 kendaraan.
Secara umum, data pemantauan menunjukkan bahwa arus kendaraan dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah masih relatif tinggi, khususnya melalui Gerbang Tol Kalikangkung yang mencatat lebih dari 33 ribu kendaraan masuk menuju wilayah Semarang dalam kurun waktu pengamatan tersebut. Tingginya mobilitas ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat lintas wilayah menjelang momentum pergerakan besar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus lalu lintas baik di jalur tol maupun jalur arteri sebagai bagian dari langkah antisipatif dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Menurutnya, penguatan koordinasi lintas sektor serta kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lalu lintas agar tetap aman, tertib, dan terkendali.
“Berdasarkan data pemantauan, puncak kepadatan kendaraan di beberapa gerbang tol wilayah Jawa Tengah terjadi pada siang hingga sore hari. Arus kendaraan yang masuk melalui GT Kalikangkung dari arah Jakarta tercatat lebih dari 33 ribu kendaraan. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, kondisi lalu lintas hingga saat ini masih terpantau lancar dan terkendali,” ujar Kombes Pol Artanto, Senin (16/3).
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta memanfaatkan fasilitas rest area secara bijak untuk menghindari kelelahan saat berkendara.
Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus menciptakan situasi perjalanan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat yang melintasi jalur-jalur utama di wilayah Jawa Tengah.
Punkasnya,Eko.



