Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satlantas Polres Sragen Tebar 200 Takjil di Simpang Sukowati, Perkuat Spirit Humanis Ramadan

Selasa, 03 Maret 2026 | Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T00:13:06Z

 

MNI|SRAGEN – Nuansa senja Ramadan di persimpangan Jalan Raya Sukowati, Kabupaten Sragen, pada Senin sore menghadirkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Di tengah kepadatan arus kendaraan dan aktivitas warga yang memanfaatkan waktu ngabuburit, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen turun langsung ke jalan membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat.

Kegiatan sosial yang dipimpin oleh Iptu Veronika bersama para Polisi Wanita (Polwan) Satlantas tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud konkret kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan 1447 H. Paket takjil berupa snack dan kolak dibagikan secara langsung kepada para pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, tukang becak, hingga pengemudi ojek yang tengah menunggu penumpang.

Di bawah cahaya temaram matahari yang perlahan tenggelam, para anggota Satlantas menyapa warga dengan ramah dan penuh kehangatan. Senyum dan sapaan humanis menjadi jembatan komunikasi yang mempererat kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Momentum tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk berbagi, tetapi juga untuk menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas selama Ramadan, ketika intensitas mobilitas menjelang berbuka puasa cenderung meningkat.

Sejumlah tukang becak tampak terharu saat menerima paket takjil. Bagi mereka, perhatian kecil di sela rutinitas mencari nafkah memiliki makna besar. Demikian pula para pengemudi ojek yang mengaku tidak menyangka mendapat bingkisan berbuka dari aparat kepolisian. Kehadiran polisi di simpang strategis itu menghadirkan rasa aman sekaligus kehangatan sosial.

Kasat Lantas Kukuh Satria Leksono melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif.

“Ramadan adalah momentum spiritual yang mengajarkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian 200 paket takjil tersebut juga menjadi strategi preventif dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif. Dengan kehadiran personel di lapangan, potensi kepadatan dan pelanggaran dapat diminimalisasi melalui pendekatan persuasif dan dialogis.

Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Beberapa warga mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam, sementara lainnya memberikan apresiasi secara langsung. Aksi sederhana namun sarat makna itu menjadi representasi nyata transformasi kultural Polri menuju institusi yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan sosial.

Secara sosial-religius, kegiatan ngabuburit berbagi takjil ini mencerminkan semangat gotong royong dan nilai keislaman yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks pembangunan sosial, langkah tersebut memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi kepolisian sebagai bagian integral dari masyarakat.

Di tengah padatnya tugas pengaturan lalu lintas, sentuhan empati yang ditunjukkan Satlantas Polres Sragen menjadi potret bahwa keamanan dan ketertiban tidak hanya dibangun melalui penindakan, tetapi juga melalui pendekatan humanistik yang menumbuhkan rasa kebersamaan.

Ramadan di Sragen pun terasa lebih hangat—bukan semata karena manisnya kolak yang disantap saat berbuka, melainkan karena nilai

kepedulian yang dibagikan dengan tulus di persimpangan jalan, tempat lalu lintas kehidupan sosial dan spiritual bertemu dalam harmoni kebersamaan.

Punkasnya,Eko,Wakid.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update