Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan, jajaran Polres Klaten melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Gede Klaten pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta harga komoditas tetap berada dalam batas kewajaran menjelang momentum Lebaran.
Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan berbagai instansi lintas sektor yang memiliki kewenangan dalam pengendalian pangan dan perdagangan. Tim yang turun langsung ke lapangan terdiri dari Satgas Pangan Polres Klaten, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bulog Subdivre Meger Ceper, Bulog Cabang Surakarta, serta personel Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten.
Tim gabungan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios pedagang di dalam pasar guna memantau harga komoditas strategis sekaligus berdialog dengan para pedagang terkait kondisi pasokan serta tren permintaan konsumen dalam beberapa pekan terakhir.
Dari hasil pemantauan lapangan, mayoritas harga komoditas bahan pokok terpantau relatif stabil dan masih berada pada kisaran harga yang wajar. Beras premium misalnya, dijual dengan harga sekitar Rp14.500 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras berkisar antara Rp27.500 hingga Rp29.000 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur yang kerap mengalami fluktuasi harga juga terpantau stabil. Bawang merah dijual pada kisaran Rp30.000 hingga Rp39.500 per kilogram, sedangkan bawang putih berkisar antara Rp30.000 hingga Rp33.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga tercatat bervariasi tergantung jenisnya. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi yang mencapai Rp90.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar berada pada kisaran harga Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Adapun komoditas minyak goreng curah dijual pada kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, sedangkan gula pasir curah berada pada kisaran harga Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogram.
Selain bahan pokok kering, tim Satgas Pangan juga memantau harga komoditas protein hewani yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dari hasil pengecekan, harga daging ayam ras dijual antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas perikanan juga terpantau stabil, di antaranya ikan tongkol dan ikan bandeng yang masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp38.000 per kilogram, serta ikan kembung yang berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Untuk komoditas daging sapi paha belakang tercatat dijual pada harga Rp135.000 per kilogram.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustafa, menegaskan bahwa kegiatan pengawasan pasar merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi.
Menurutnya, Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi harga dan distribusi bahan pokok di pasar tradisional maupun jaringan distribusi lainnya di wilayah Kabupaten Klaten.
“Menjelang Lebaran ini, Satgas Pangan Polres Klaten berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok penting tetap aman serta harga tetap terjangkau oleh masyarakat. Kami melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar distribusi berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar AKP Taufik Frida Mustafa.
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan. Bahkan beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam ras. Harga komoditas tersebut sebelumnya berada pada kisaran Rp28.000 per kilogram, namun saat ini turun menjadi sekitar Rp27.000 hingga Rp27.500 per kilogram.
“Kondisi ini tentu menjadi indikator positif bagi stabilitas pasar serta memberikan dampak baik bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Satgas Pangan Polres Klaten memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, instansi pengawas pangan, serta lembaga distribusi logistik.
Langkah sinergis tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar, sehingga stabilitas harga tetap terjaga serta masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan hingga menyambut
Hari Raya Idulfitri dengan rasa tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok. punkasnyaEko.




