Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TMMD Reguler ke-127 Resmi Ditutup, Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Akselerasi Pembangunan Desa di Wonogiri

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T15:56:19Z


 MNI|Wonogiri, Jawa Tengah – Program **Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Dusun Kembang, Rabu (11/3/2026). Penutupan program lintas sektoral ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pembangunan terpadu yang selama satu bulan terakhir dilaksanakan melalui kolaborasi antara unsur TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Kegiatan penutupan tersebut dipimpin oleh M. Andhy Kusuma, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program TMMD sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat serta upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Program TMMD Reguler ke-127 di Kabupaten Wonogiri sendiri dilaksanakan selama 30 hari, terhitung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena dinilai memiliki kebutuhan strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Sepanjang pelaksanaan program, berbagai unsur terlibat secara aktif, mulai dari jajaran TNI, Polres Wonogiri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pembangunan. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan TMMD dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Wonogiri turut mengambil peran strategis sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan pedesaan sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah selama pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan Polri tidak hanya sebatas pengamanan kegiatan, tetapi juga meliputi partisipasi dalam berbagai kegiatan sosial serta program nonfisik yang ditujukan bagi masyarakat.

Sejumlah capaian pembangunan fisik berhasil diselesaikan secara optimal dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen. Di antaranya pembangunan rabat beton jalan desa di beberapa titik yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, pembangunan talud penahan jalan, serta pengadaan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

Selain itu, program TMMD juga mencakup rehabilitasi tempat ibadah, yakni Masjid Al-Huda, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan, serta program jambanisasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan masyarakat.

Di luar pembangunan infrastruktur, TMMD juga menitikberatkan pada kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Beragam kegiatan edukatif digelar, seperti penyuluhan hukum, sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, serta edukasi sosial yang melibatkan masyarakat dan kalangan pelajar.

Program nonfisik tersebut melibatkan berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait sebagai narasumber, sehingga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan, kesadaran hukum, serta peningkatan kualitas hidup.

Dari sisi pembiayaan, total anggaran pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 di Kabupaten Wonogiri mencapai Rp946.000.000. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp178.000.000 serta APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp768.000.000, yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan fisik maupun nonfisik selama kegiatan berlangsung.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI M. Andhy Kusuma menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan wahana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Tujuan utama dari TMMD adalah mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Kembang untuk menjaga serta merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun secara gotong royong agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Usai pelaksanaan upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah agenda tambahan yang bersifat sosial kemasyarakatan. Di antaranya peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pembangunan hasil TMMD, kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan, serta pengecekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, layanan perpustakaan keliling bagi anak-anak dan pelajar, serta pembagian bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dari seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan TMMD.

Dengan berakhirnya pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini, diharapkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terpelihara sebagai fondasi kuat dalam mendukung percepatan pembangunan

wilayah pedesaan. Kolaborasi tersebut juga menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wonogiri secara berkelanjutan.

Punkasnya,Eko.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update