Kegiatan yang dipusatkan di Simpang Empat Gudang Seng, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Wonogiri, tersebut dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan melibatkan personel Sat Lantas bersama unsur Humas. Sebanyak 250 paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi sosial ini tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan berbagi, melainkan juga menjadi medium edukasi publik terkait pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Di sela pembagian takjil, petugas memberikan imbauan secara langsung agar masyarakat senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berkendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Polres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi preventif dan pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Momentum Ramadan menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat kepedulian sosial dan disiplin kolektif. Melalui pembagian takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama di jalan raya,” ujar AKP Anom Prabowo.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tingkat mobilitas masyarakat pada sore hari selama Ramadan cenderung meningkat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi tersebut berpotensi memicu kepadatan lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran serta kepatuhan terhadap aturan berkendara.
Oleh karena itu, Sat Lantas secara konsisten mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi langsung di lapangan, kampanye keselamatan, serta patroli rutin di titik-titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Wonogiri.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara menyampaikan apresiasi atas pendekatan persuasif yang dilakukan aparat, yang dinilai mampu menumbuhkan kesadaran tanpa menciptakan jarak antara polisi dan warga.
Sebagai bagian dari komitmen institusional, Polda Jawa Tengah melalui jajaran kewilayahan terus mendorong implementasi program-program sosial dan edukatif yang berorientasi pada peningkatan kualitas keselamatan berlalu lintas. Pendekatan kolaboratif dan humanis diharapkan mampu menekan angka kecelakaan serta mengurangi fatalitas korban di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, terciptanya budaya tertib berlalu lintas bukan hanya menjadi target operasional, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral bersama dalam mewujudkan ruang
publik yang aman, nyaman, dan berkeadaban, khususnya di bulan suci yang sarat nilai spiritual dan solidaritas sosial.Punkasnya,Eko,wakid.




