Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Respons Humanis Polwan Polresta Surakarta dalam Operasi Ketupat Candi 2026, Wujud Nyata Kehadiran Negara Selamatkan Warga yang Pingsan

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T06:30:15Z

 

MNI|Surakarta – Di tengah dinamika aktivitas masyarakat yang meningkat pada momentum arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta kembali menunjukkan eksistensi pelayanan publik yang humanis dan responsif. Melalui personel Polisi Wanita (Polwan) yang tergabung dalam Subsatgas Keramaian Operasi Ketupat Candi 2026, aksi cepat dan penuh empati ditunjukkan saat menolong seorang warga yang tiba-tiba pingsan di kawasan Ngarsopuro, Rabu (18/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah kepadatan aktivitas masyarakat yang memadati pusat keramaian kota. Dalam situasi yang berpotensi memicu kepanikan, para Polwan yang tengah melaksanakan tugas pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dengan sigap merespons kejadian tersebut. Tanpa menunda waktu, personel langsung mendekati korban yang terjatuh dan segera melakukan langkah-langkah pertolongan pertama secara terukur dan profesional.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis penanganan darurat, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan sikap yang tenang dan komunikatif, para Polwan berupaya menenangkan warga di sekitar lokasi agar situasi tetap kondusif, sekaligus menciptakan ruang aman bagi korban untuk mendapatkan penanganan optimal.

Tindakan cepat tersebut mencerminkan kualitas kesiapsiagaan personel Polri, khususnya Polwan, dalam menghadapi situasi kontinjensi di lapangan. Lebih dari itu, tindakan tersebut juga merepresentasikan implementasi nilai-nilai Polri Presisi, yang mengedepankan responsibilitas serta pelayanan publik berbasis empati dan profesionalitas.

Kasubbagdalpers Bag SDM Polresta Surakarta, AKP Meiventi, selaku Perwira Pengendali (Padal) Polwan, menjelaskan bahwa setelah mendapatkan pertolongan awal di lokasi kejadian, korban segera dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta guna memperoleh penanganan medis lanjutan oleh tenaga kesehatan.

“Kami berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin agar korban segera mendapatkan penanganan yang layak. Saat ini korban telah berada di rumah sakit dan ditangani oleh tim medis,” ungkapnya.

Dalam perspektif kehumasan institusi, peristiwa ini menjadi cerminan konkret bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak terbatas pada fungsi penegakan hukum semata, melainkan juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam arti yang komprehensif. Polwan sebagai bagian integral dari institusi Polri menunjukkan kapasitasnya dalam menjalankan tugas dengan pendekatan yang lebih humanis, komunikatif, dan berorientasi pada nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan lalu lintas dan stabilitas Kamtibmas, tetapi juga mengedepankan dimensi pelayanan kemanusiaan. Kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta kepedulian yang ditunjukkan menjadi indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Polwan Polresta Surakarta terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang sigap, humanis, dan profesional. Kehadiran mereka di ruang publik menjadi simbol nyata bahwa negara senantiasa hadir untuk melindungi setiap warga, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Upaya tersebut selaras dengan visi besar Polri dalam mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di tengah momentum mobilitas tinggi selama arus mudik, sekaligus memperkuat citra institusi sebagai garda terdepan dalam

pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi pada kemanusiaan.

Punkasnya,Eko.Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update