Patroli yang dilaksanakan aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada pengawasan langsung terhadap aktivitas penyaluran BBM di tingkat SPBU, tetapi juga dibarengi dengan koordinasi strategis bersama pihak Pertamina Patra Niaga di wilayah operasional Fuel Terminal Pertamina Larangan Tegal. Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah penting untuk memastikan rantai distribusi energi berjalan secara optimal serta mengantisipasi potensi lonjakan permintaan bahan bakar yang lazim terjadi menjelang puncak arus mudik.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Sdr. Azri selaku SBM Fuel Terminal Pertamina Depo Larangan Tegal, diketahui bahwa secara umum ketersediaan stok BBM di terminal tersebut berada dalam kondisi aman dan memadai untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Selain itu, mekanisme pengisian ulang (top up) pasokan dilakukan secara berkala setiap hari guna menjaga stabilitas stok selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Di sisi lain, pihak Pertamina juga telah mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) Tahun 2026 sebagai langkah penguatan sistem distribusi energi nasional selama periode konsumsi tinggi. Melalui mekanisme tersebut, berbagai strategi operasional disiapkan untuk menjamin pelayanan energi tetap optimal, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis Pertamina Digital Hub yang difungsikan sebagai pusat pemantauan distribusi sekaligus sarana respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada para pemudik, Pertamina juga menyiagakan sejumlah fasilitas tambahan seperti SPBU modular serta armada motorist BBM di berbagai titik strategis, khususnya pada jalur tol dan jalur utama arus mudik. Layanan tersebut disiapkan untuk memberikan respons cepat apabila terdapat kendaraan pemudik yang mengalami kendala bahan bakar selama perjalanan.
Terkait dengan berkembangnya isu geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan fenomena panic buying di beberapa daerah di Indonesia, pihak Pertamina menegaskan bahwa distribusi BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan normal dan stabil. Cadangan stok BBM nasional yang saat ini berada pada kisaran sekitar 20 hari dinilai masih berada dalam standar operasional ketahanan energi nasional, di mana stok dijaga secara berkesinambungan sembari pasokan baru terus masuk melalui mekanisme distribusi rutin.
Pertamina juga memastikan bahwa harga BBM di seluruh SPBU tetap stabil meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi signifikan yang dipengaruhi dinamika geopolitik global, termasuk dampak penutupan jalur strategis perdagangan energi internasional seperti Selat Hormuz.
Kapolres Tegal Bayu Prasatyo menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus melakukan patroli dan pengawasan intensif di berbagai SPBU guna memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar serta menghindari potensi kelangkaan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian dan pihak Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Polres Tegal bersama pihak Pertamina terus melakukan koordinasi serta pemantauan langsung di lapangan. Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolres.
Melalui patroli rutin serta koordinasi lintas instansi tersebut, diharapkan kebutuhan energi masyarakat selama bulan Ramadan hingga momentum Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal. Di saat yang sama, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas), sehingga situasi di wilayah Kabupaten Tegal tetap aman, kondusif, dan terkendali selama periode mudik Lebaran berlangsung.Punkasnya,Eko.Aji.




