Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Klaten Bersama Instansi Terkait Gotong Royong Perbaiki Dua Tanggul Jebol di Kecamatan Cawas

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T00:48:18Z

MNI|Polres Klaten — Sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana kembali ditunjukkan jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah dan unsur relawan di Kabupaten Klaten. Aparat dari Kepolisian Resor Klaten bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan kerja bakti gotong royong guna memperbaiki dua titik tanggul yang jebol akibat luapan Sungai Dengkeng di wilayah Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Klaten, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, tim SAR, relawan kemanusiaan, hingga masyarakat setempat. Upaya gotong royong ini difokuskan pada dua titik tanggul yang mengalami kerusakan cukup signifikan sehingga menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga serta lahan pertanian di sekitar wilayah terdampak.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dibagi ke dalam dua kelompok kerja guna mempercepat proses penanganan di lapangan. Kelompok pertama difokuskan pada perbaikan tanggul jebol di Dukuh Padon, Desa Japanan, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cawas Umar Mustofa. Sementara kelompok kedua melakukan perbaikan tanggul di Dukuh Jetakan RT 01 RW 05, Desa Bawak, di bawah koordinasi Kapolsek Juwiring Nuril.

Pembagian tugas tersebut dilakukan sebagai strategi percepatan penanganan kerusakan infrastruktur tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya debit air sungai. Kedua lokasi ini diketahui menjadi titik rawan luapan air yang sempat menyebabkan genangan di permukiman warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian milik masyarakat.

Proses perbaikan tanggul dilakukan secara manual maupun menggunakan peralatan teknis sederhana dengan memanfaatkan material darurat seperti karung pasir, tanah urugan, serta penguatan struktur tanggul sementara. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata sinergitas antara aparat pemerintah, unsur keamanan, serta masyarakat dalam menghadapi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Kasi Humas Polres Klaten dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan bagian dari respons cepat jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Menurutnya, sejak menerima laporan mengenai jebolnya tanggul akibat luapan Sungai Dengkeng, aparat kepolisian bersama unsur terkait segera melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.

“Polres Klaten bersama instansi terkait melaksanakan apel kesiapsiagaan sebelum langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kerja bakti perbaikan tanggul jebol di wilayah Cawas. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya percepatan penanganan dampak banjir,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa perbaikan tanggul menjadi prioritas utama dalam tahap penanganan pascabanjir mengingat kerusakan tanggul sebelumnya menyebabkan air sungai meluap hingga menggenangi permukiman warga serta merendam area persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

“Fokus penanganan saat ini adalah memperkuat kembali tanggul yang jebol agar tidak kembali menyebabkan luapan air menuju permukiman warga. Polres Klaten terus menjalin koordinasi intensif dengan BPBD, BBWS Bengawan Solo, serta unsur relawan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal,” jelasnya.

Di sisi lain, perkembangan kondisi masyarakat terdampak banjir juga menunjukkan situasi yang semakin membaik. Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi di Posko Utama Gedung Serbaguna Cawas maupun di beberapa titik pengungsian lainnya dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah genangan air secara bertahap surut dari wilayah permukiman.

Dengan berakhirnya masa pengungsian tersebut, posko utama penanganan bencana kini difokuskan untuk mendukung operasional kegiatan perbaikan tanggul, koordinasi teknis antarinstansi, serta distribusi logistik bagi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

Meski demikian, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah daerah dan relawan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu peningkatan debit air sungai.

Melalui sinergi yang solid antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan proses pemulihan infrastruktur tanggul dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan secara normal.

Polres Klaten menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan ini akan terus dilaksanakan hingga kondisi tanggul benar-benar dalam keadaan aman dan stabil. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap

bencana sekaligus memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam penanganan krisis di tengah masyarakat.

Punkasnya,Eko,mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update