Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Demak Tanam Jagung Serentak di Karangawen, Perkuat Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional

Minggu, 08 Maret 2026 | Maret 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T02:52:15Z

MNI|Demak – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kepolisian Resor Demak menggelar kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Dukuh Bengkak, Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional peningkatan produksi komoditas strategis pertanian guna mendukung agenda swasembada pangan Indonesia.

Penanaman jagung tersebut dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra bersama jajaran pejabat utama Polres Demak. Kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangawen, pemerintah desa setempat, perwakilan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gablok Utara Kabupaten Semarang, serta kelompok tani Desa Wonosekar yang menjadi pelaku utama dalam kegiatan budidaya pertanian di wilayah tersebut.

Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut juga terhubung secara virtual dengan agenda nasional yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Ogan Ilir, wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, sebagai bentuk sinergi nasional dalam mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Demak juga menyalurkan bantuan benih jagung hibrida kepada kelompok tani Desa Wonosekar sebanyak 60 kilogram. Bantuan benih jagung varietas unggul produksi Syngenta itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan serta mendorong penerapan budidaya pertanian modern yang lebih efisien dan berdaya saing.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat petani dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah sekaligus mendukung upaya swasembada pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung yang memiliki nilai strategis bagi kebutuhan pangan dan pakan ternak,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan jagung nasional saat ini terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya industri peternakan serta konsumsi masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan produksi jagung melalui optimalisasi lahan dan pemberdayaan kelompok tani menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan nasional.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa dinamika global yang semakin kompleks, termasuk tantangan rantai pasok pangan dunia, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta dukungan sumber daya manusia di sektor pertanian, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat kedaulatan pangan.

“Kita memiliki potensi alam yang sangat besar. Apabila dikelola secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat petani, maka ketahanan pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan penanaman jagung serentak ini, Polres Demak berharap dapat menumbuhkan semangat dan optimisme para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.

Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Demak.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta kelompok tani ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan kolaboratif dapat mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan

sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan Indonesia ke depan.

(Munthohar – Demak

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update