Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra bersama jajaran pejabat utama Polres Demak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangawen, pemerintah desa setempat, perwakilan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gablok Utara Kabupaten Semarang, serta kelompok tani yang menjadi mitra strategis dalam penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung nasional. Kegiatan tersebut juga terhubung secara virtual melalui video conference yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Ogan Ilir, wilayah Polda Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian di seluruh Indonesia menunjukkan komitmen institusional dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan, sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat negara, pemerintah daerah, serta masyarakat petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Demak juga menyalurkan bantuan benih jagung hibrida merek Syngenta sebanyak 60 kilogram kepada kelompok tani Desa Wonosekar sebagai bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung yang memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pangan dan peternakan.“Penanaman jagung ini merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program ini diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus mendukung upaya swasembada pangan di Indonesia,” ujar AKBP Samel.
Menurutnya, komoditas jagung memiliki peran yang sangat vital dalam struktur pangan nasional, tidak hanya sebagai bahan konsumsi masyarakat tetapi juga sebagai komponen utama dalam industri pakan ternak yang terus mengalami peningkatan kebutuhan setiap tahunnya.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan jagung di tingkat nasional menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para petani untuk meningkatkan produksi melalui pemanfaatan lahan pertanian yang optimal serta penerapan teknologi budidaya yang lebih modern dan efisien.
“Jagung merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain untuk kebutuhan pangan masyarakat, jagung juga menjadi bahan baku utama bagi industri pakan ternak yang terus berkembang. Oleh karena itu, peningkatan produksi jagung menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.
Kapolres juga menyoroti dinamika global yang semakin kompleks, terutama dalam sektor pangan dan pertanian. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi setiap negara untuk memperkuat kemandirian pangan agar tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar negeri.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.
“Kita memiliki potensi alam yang sangat besar. Jika potensi tersebut dikelola secara optimal melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat petani, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan,” kata AKBP Samel.
Ia juga berharap program penanaman jagung serentak yang dilaksanakan di berbagai daerah ini mampu membangkitkan semangat para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang dimiliki masyarakat.
Lebih jauh, Kapolres Demak menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan nasional, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani sebagai pelaku utama dalam sistem produksi pangan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus bercocok tanam serta mengembangkan potensi pertanian di daerah. Dengan meningkatnya hasil produksi, tentu diharapkan kesejahteraan para petani juga akan semakin meningkat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Demak menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai
program pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan serta kesejahteraan masyarakat.Punkasnya,: Munthohar – Demak





