Silaturahmi tersebut melibatkan pimpinan organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat Demak, yakni Ketua **Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak Abdullah Arief Cholil serta Ketua Nahdlatul Ulama Cabang Demak Muhammad Aminudin. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi forum dialog konstruktif antara unsur kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan suasana yang aman dan damai selama momentum malam takbiran.
Dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kabupaten Demak KH. Abdullah Arief Cholil menekankan pentingnya menjadikan malam takbiran sebagai momentum spiritual yang sarat nilai keagamaan, khususnya bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa malam takbir bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas keberhasilan umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Menurutnya, semangat takbir, tahmid, dan tahlil seharusnya dikumandangkan dengan penuh kekhusyukan di masjid, mushala, maupun lingkungan masyarakat secara tertib dan khidmat, sehingga esensi ibadah tetap terjaga.
“Mari kita hidupkan malam takbiran dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil, baik di masjid, mushala, maupun di lingkungan masyarakat, dengan suasana khusyuk, tertib, dan penuh kekhidmatan,” ujar KH. Abdullah Arief Cholil.
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Demak KH. Muhammad Aminudin. Ia menuturkan bahwa malam takbiran merupakan momentum sakral bagi umat Islam untuk mengagungkan asma Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritualitas dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sebagai daerah yang dikenal luas sebagai “Kota Wali”, Kabupaten Demak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tradisi keagamaan yang sarat nilai kedamaian dan akhlakul karimah. Oleh karena itu, menurutnya, perayaan malam takbiran seharusnya mencerminkan karakter masyarakat yang religius, santun, serta menjunjung tinggi nilai ketertiban sosial.
“Marilah kita rayakan malam takbiran dengan penuh kekhidmatan, menjaga ketertiban, serta mengedepankan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata KH. Muhammad Aminudin.
Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Samel menyampaikan bahwa keterlibatan para ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya pada momentum keagamaan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar. Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan para pemuka agama merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan harmonis.
Ia menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dengan para ulama tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan religius yang menjadi identitas masyarakat Demak.
“Kami berharap melalui silaturahmi ini, sinergi antara kepolisian dan para ulama semakin kuat. Dukungan serta doa dari para kiai dan tokoh agama sangat berarti dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap AKBP Samel.
Lebih lanjut, Kapolres Demak juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar merayakan malam takbiran dengan cara yang bijak, santun, serta penuh tanggung jawab sosial. Ia mengingatkan bahwa euforia perayaan hendaknya tidak diwujudkan dalam bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari konvoi kendaraan secara berlebihan, penggunaan petasan, maupun tindakan lain yang dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengimbau agar tidak melakukan konvoi berlebihan, penggunaan petasan, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban umum, sehingga suasana malam takbiran dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi erat antara aparat kepolisian, ulama, serta tokoh masyarakat, diharapkan perayaan malam takbiran di Kabupaten Demak dapat berlangsung dalam suasana yang
damai, religius, dan penuh makna, sekaligus menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan serta harmoni sosial di tengah masyarakat.ppunkasnya,Munthohar.




