Apel gelar pasukan dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku Inspektur Upacara, didampingi Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo serta Pangdam IV/Diponegoro Achiruddin Darojat. Turut hadir Wakapolda Jateng Latief Usman, para Pejabat Utama Polda Jateng, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah, serta perwakilan instansi pemerintah, TNI, dan stakeholder lintas sektor yang turut bersinergi dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibacakan oleh Gubernur Jawa Tengah, ditegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan pendekatan pengamanan yang mengedepankan prinsip profesionalitas, humanisme, serta sinergitas lintas sektoral. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026), dengan tujuan utama memberikan jaminan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat selama momentum Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa dinamika sosial pada masa mudik Lebaran memiliki kompleksitas kerawanan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, jajaran kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian meliputi ancaman tindak pidana terorisme, aksi sweeping oleh oknum organisasi masyarakat, fluktuasi harga dan distribusi bahan pokok maupun bahan bakar minyak, hingga potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkotika, penggunaan petasan ilegal, kecelakaan transportasi, serta ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan pemudik.
Dalam rangka mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polda Jawa Tengah mengerahkan total 28.980 personel yang terdiri dari 22.680 personel Polri dari jajaran Polda dan Polres se-Jawa Tengah serta 6.300 personel gabungan dari unsur TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, hingga relawan masyarakat. Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di 219 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Jawa Tengah, yang terdiri dari satu pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, serta 148 pos pengamanan. Pos-pos tersebut ditempatkan di jalur utama mudik, objek vital nasional, kawasan wisata, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga pusat aktivitas masyarakat guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo dalam keterangannya menegaskan bahwa selain penguatan aspek pengamanan, pihaknya juga menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan publik sebagai bentuk transformasi pelayanan Polri yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Menurutnya, dua program unggulan yang dihadirkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yakni layanan Valet Ride bagi pemudik sepeda motor serta pemanfaatan teknologi digital melalui layanan chatbot Si Polan yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Program Valet Ride kami siapkan sebagai alternatif perjalanan yang lebih aman bagi pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh. Sementara itu, chatbot Si Polan akan memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas, jalur alternatif, hingga layanan kepolisian selama masa mudik dan arus balik,” jelas Kapolda.
Selain inovasi layanan tersebut, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam penuh. Layanan ini terintegrasi dengan berbagai fasilitas hospitality yang telah disiapkan di sejumlah pos pelayanan, pos pengamanan, serta rest area di sepanjang jalur mudik wilayah Jawa Tengah guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.
Di sisi lain, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.Rekayasa lalu lintas tersebut meliputi penerapan one way nasional, sistem ganjil-genap, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga kementerian, serta kemungkinan penerapan one way lokal di sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Jawa Tengah yang akan disesuaikan dengan dinamika arus lalu lintas di lapangan.
“Khusus pada masa arus balik Lebaran, kami juga menyiapkan jalur tol fungsional di Exit Bawen yang akan dioperasikan mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB guna membantu mengurai potensi kepadatan kendaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Artanto mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik secara matang demi menjamin keselamatan selama di perjalanan.
Ia menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengisi bahan bakar secara cukup, serta menjaga kondisi fisik pengemudi agar tetap bugar selama menempuh perjalanan jauh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik sebelum berangkat, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta tidak memaksakan diri berkendara apabila merasa lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan aparat kepolisian di sepanjang jalur mudik.
“Manfaatkan layanan hospitality di pos pengamanan, pos pelayanan maupun rest area apabila merasa lelah. Dengan demikian perjalanan mudik dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat hingga sampai ke tujuan,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan aktif masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri di wilayah Jawa Tengah—mulai dari arus mudik, pelaksanaan ibadah, hingga arus balik Lebaran—dapat berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif sesuai
dengan semangat pelayanan Polri kepada masyarakat dalam tagline nasional “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”(Eko Aji)





