Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat petugas patroli dari Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) mendapati sebuah kendaraan jenis sedan berhenti di bahu jalan pada KM 344 Jalur A, arah Batang menuju Semarang. Kendaraan tersebut tampak tidak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lain apabila tidak segera ditangani.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas, diketahui bahwa kendaraan tersebut mengalami gangguan teknis berupa kebocoran pada sistem master kopling, yang menyebabkan pengemudi tidak dapat mengoperasikan kendaraan secara normal. Situasi tersebut membuat kendaraan harus berhenti di bahu jalan tol untuk menghindari potensi bahaya di tengah arus lalu lintas yang cukup padat.
Menyikapi kondisi tersebut, petugas Satgas Kamseltibcarlantas Kepolisian Resor Batang dengan sigap melakukan langkah penanganan cepat. Tim patroli segera berkoordinasi untuk menyiapkan kendaraan derek guna mengevakuasi mobil yang mengalami kerusakan tersebut ke lokasi yang lebih aman.
Proses evakuasi dilakukan secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan lain, sekaligus memastikan kendaraan yang mengalami gangguan dapat segera dipindahkan dari bahu jalan tol agar tidak menimbulkan potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
Kasatgas Kamseltibcarlantas Polres Batang, Eka Hendra Ardiansyah, menjelaskan bahwa patroli rutin di jalur tol merupakan bagian dari strategi pengawasan lalu lintas yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh kepolisian. Selain memantau kondisi arus kendaraan, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi darurat yang dialami masyarakat selama perjalanan.
Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lalu lintas, terutama pada ruas jalan strategis seperti jalur tol yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.
“Petugas kami secara rutin melaksanakan patroli di jalur tol guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang mengalami kendala. Dalam kejadian ini, anggota segera membantu proses evakuasi kendaraan yang mogok agar tidak membahayakan pengendara lain maupun menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Ketupat Candi 2026, Artanto, menegaskan bahwa pelayanan responsif kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik.
Ia mengimbau agar masyarakat yang melakukan perjalanan, terutama jarak jauh, selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Pemeriksaan komponen penting kendaraan seperti sistem pengereman, kopling, kondisi ban, hingga kecukupan bahan bakar dinilai menjadi langkah preventif yang krusial untuk menghindari gangguan teknis di tengah perjalanan.
“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu melakukan pengecekan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan. Pastikan seluruh komponen penting kendaraan dalam kondisi baik. Apabila mengalami kendala di jalan, segera menepi di tempat yang aman dan menghubungi petugas agar dapat segera diberikan bantuan,” ujar Artanto.
Melalui langkah-langkah preventif serta respons cepat aparat kepolisian di lapangan, diharapkan keamanan dan kelancaran lalu lintas di berbagai jalur utama, termasuk ruas Jalan Tol Batang–Semarang, dapat terus terjaga. Sinergi antara kesiapsiagaan petugas dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan berkendara menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan humanis di tengah meningkatnya mobilitas perjalanan masyarakat
Punkasnya,Eko.



