Kejuaraan esports yang diinisiasi jajaran kepolisian tersebut menjadi ruang kompetisi sehat bagi generasi muda di Kabupaten Purworejo. Setelah melalui fase penyisihan yang kompetitif dan menyingkirkan sejumlah tim tangguh seperti Last Chill, Pria Solo, North 7R, Dumplings Esport, La Fafifu, dan Keluarga Kelpan, partai final akhirnya mempertemukan dua tim unggulan lokal: Petualang Reborn melawan Evos ROR.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dengan strategi makro dan mikro permainan yang matang, Petualang Reborn tampil dominan. Tim yang diperkuat Raul (20), Yoga (19), Yusuf (18), Zidan (22), dan Alca (22) menunjukkan koordinasi tim, disiplin objektif, serta penguasaan mekanik individu yang solid. Mereka akhirnya keluar sebagai juara pertama, disusul Evos ROR di posisi kedua dan Pria Solo di peringkat ketiga.
Adapun rincian penghargaan yang diberikan yakni Juara I Petualang Reborn memperoleh Rp4.000.000, 15.000 Diamond (3.000/Player), trofi, dan sertifikat. Juara II Evos ROR menerima Rp3.000.000, 10.000 Diamond (2.000/Player), trofi, dan sertifikat. Juara III Pria Solo mendapatkan Rp2.000.000, 5.000 Diamond (1.000/Player), trofi, dan sertifikat. Sementara peringkat IV hingga VIII memperoleh 12.500 Diamond (500/Player) sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan sportivitas.
Kapolres Purworejo, Windy Syafutra, yang memimpin langsung upacara penutupan, menyampaikan apresiasi atas semangat kompetitif dan kedewasaan para peserta dalam menjunjung tinggi fair play. Ia menegaskan bahwa turnamen ini merupakan manifestasi pendekatan preventif dan humanis Polri dalam membangun ketahanan sosial generasi muda.
“Inilah bukti bahwa generasi muda kita memiliki energi positif. Mereka tidak menyalurkannya untuk hal-hal negatif seperti tawuran, perang sarung, balap liar, apalagi bermain petasan. Mereka menunjukkan prestasi dan sportivitas di arena ini,” tegasnya di hadapan para atlet dan undangan.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa kejuaraan ini bukanlah akhir dari perjalanan. Tim peringkat satu hingga tiga direncanakan akan menjadi delegasi resmi Polres maupun Kabupaten Purworejo untuk berlaga pada ajang tingkat provinsi mendatang, sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan talenta esports lokal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Esports Indonesia (ESI) Purworejo, Roni Sumhastomo, didampingi Dewan Pembina ESI Nanang Agus Gutomo, mengapresiasi langkah progresif Polres Purworejo dalam mendukung pengembangan ekosistem esports daerah. Kolaborasi antara aparat keamanan dan komunitas digital dinilai sebagai model sinergi strategis dalam menciptakan ruang ekspresi yang konstruktif bagi kaum muda.
Sementara itu, Raul, kapten tim Petualang Reborn, mengaku bangga atas capaian timnya. Kemenangan tersebut, selain bernilai materiil, juga menjadi legitimasi atas kerja keras dan latihan intensif yang mereka jalani.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres atas dukungannya. Harapan kami, esports di Purworejo semakin berkembang dan event seperti ini bisa terus digelar secara berkelanjutan,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Pejabat Utama Polres Purworejo, pengurus ESI, serta seluruh peserta. Transformasi auditorium kepolisian menjadi arena kompetisi digital itu menjadi simbol perubahan paradigma—bahwa institusi keamanan negara tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan karakter, kreativitas, dan prestasi generasi muda di era ekonomi digital.
Melalui pendekatan kolaboratif dan pembinaan yang terarah, Kapolres Purworejo Championship 2026
menegaskan bahwa esports bukan sekadar hiburan, melainkan wahana strategis dalam membangun disiplin, kerja tim, dan integritas—nilai-nilai fundamental yang selaras dengan visi pembinaan generasi unggul menuju Indonesia maju.Punkasnya Eko,Mukti.




