MNI|SRAGEN, JAWA TENGAH – Menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan melakukan langkah preventif guna memastikan keamanan pangan yang beredar di lingkungan pasar tradisional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring peredaran makanan serta minuman di kawasan Pasar Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jumat (13/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.45 WIB hingga sekitar 10.00 WIB tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara jajaran Polsek Mondokan dan UPTD Puskesmas Mondokan dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Tim gabungan menyisir sejumlah toko kelontong dan warung yang berada di sekitar area Pasar Kedawung untuk memastikan produk yang dijual masih berada dalam kondisi layak konsumsi.
Monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Mondokan, dr. Mei Prastanti, dengan melibatkan unsur kepolisian dari Polsek Mondokan serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat. Dari unsur kepolisian turut hadir Panit Intel Polsek Mondokan Aipda Triyarso, bersama anggota Polsek Mondokan Aipda Jarwo dan Aipda Suwanto. Sementara dari pihak tenaga kesehatan hadir Lilis Marini, SKM beserta dua petugas kesehatan lainnya yang turut melakukan pemeriksaan terhadap berbagai produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pengecekan secara teliti terhadap berbagai jenis makanan, minuman, dan produk kemasan lainnya yang dijual oleh para pedagang. Pemeriksaan difokuskan pada tanggal kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, serta kualitas barang guna memastikan bahwa seluruh produk yang beredar di pasaran aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Dari hasil monitoring di sejumlah toko, petugas menemukan beberapa produk makanan dan minuman yang telah melewati masa kedaluwarsa maupun mengalami kerusakan fisik. Beberapa di antaranya berupa vanila parisa, bihun instan, roti yang telah berjamur, susu kaleng, mie instan, hingga sejumlah makanan ringan yang masa edarnya telah habis.
Seluruh produk yang ditemukan tersebut kemudian langsung didata oleh petugas Puskesmas Mondokan sebagai bahan pembinaan dan evaluasi. Para pemilik toko juga diberikan edukasi serta imbauan tegas agar tidak lagi menjual barang-barang yang sudah tidak layak konsumsi kepada masyarakat.
Kapolsek Mondokan AKP Sukarno menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian bersama instansi kesehatan untuk menjaga keamanan pangan masyarakat, khususnya pada periode menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas belanja kebutuhan pokok.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman di pasar tradisional menjadi sangat penting guna mencegah potensi dampak kesehatan yang dapat timbul akibat konsumsi produk yang tidak layak.
“Kegiatan monitoring ini merupakan bentuk komitmen kami bersama instansi kesehatan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa makanan dan minuman yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan sehat dan nyaman,” ujar AKP Sukarno.
Ia juga mengimbau para pedagang agar lebih teliti dalam memeriksa masa kedaluwarsa serta kondisi barang dagangan sebelum dipasarkan kepada konsumen. Kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, AKP Sukarno menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian bersama instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam aspek perlindungan kesehatan publik.
Sementara itu, pihak Puskesmas Mondokan juga menekankan pentingnya peran serta pedagang dan masyarakat dalam mengawasi peredaran produk makanan di lingkungan pasar. Edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama agar tidak ada lagi produk kedaluwarsa yang beredar di tengah masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di sekitar Pasar Kedawung terpantau aman, tertib, dan kondusif. Para pedagang yang menjadi sasaran pemeriksaan juga menunjukkan sikap kooperatif serta menyambut baik langkah pembinaan yang dilakukan oleh petugas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya preventif aparat kepolisian dan tenaga kesehatan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang
momentum Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai pusat perdagangan tradisional.Punkasnya,Eko.aji.




