MNI|GROBOGAN — Komitmen penguatan konektivitas wilayah berbasis pembangunan infrastruktur pedesaan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini menjadi representasi nyata sinergitas lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Komandan Kodim 0717/Grobogan, Wefri Sandiyanto, bersama jajaran Forkopimda mengikuti rangkaian kegiatan secara terintegrasi melalui video conference yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro. Pelaksanaan peletakan batu pertama dilakukan serentak di sejumlah titik wilayah Jawa Tengah sebagai bagian dari program strategis pembangunan jembatan gantung guna memperkuat aksesibilitas antarwilayah yang sebelumnya terisolasi secara geografis.
Dalam perspektif kehumasan sosial, momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai dimulainya konstruksi fisik semata, melainkan juga sebagai simbol kebangkitan kolektif masyarakat desa dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal. Jembatan gantung Garuda diproyeksikan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Dalam keterangannya, Dandim Grobogan menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan titik awal dari harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan peningkatan kualitas infrastruktur.
“Ini adalah momentum strategis yang sarat nilai gotong royong. Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga manifestasi kebersamaan seluruh elemen dalam membangun desa yang lebih maju dan mandiri,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya difokuskan di Desa Kedungrejo, namun juga akan direalisasikan secara paralel di Desa Cingkrong sebagai bagian dari desain pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas institusi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. Secara simbolis, peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh unsur pimpinan daerah bersama perwakilan masyarakat, sebagai bentuk partisipasi aktif publik dalam proses pembangunan.
Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program yang dijalankan oleh TNI. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat konektivitas antar desa yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan potensi wilayah.
“Pembangunan ini diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi pedesaan, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan sektor pertanian,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam pembangunan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa penyaluran 100 paket sembako kepada warga Desa Kedungrejo. Langkah ini mencerminkan kepedulian sosial serta komitmen kehadiran negara dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di tengah proses pembangunan yang berlangsung.
Dari sudut pandang kehumasan Forkopimda, kegiatan ini menjadi narasi strategis yang menegaskan pentingnya komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan tercipta efek berantai yang positif bagi peningkatan kualitas hidup
masyarakat desa, sekaligus memperkuat integrasi wilayah dalam kerangka pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutanPunkasnya,Shabar.aji.




