Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dandim 0717/Grobogan Tinjau Dua Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Perkuat Akses dan Konektivitas Desa

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T12:12:10Z

MNI|Grobogan — Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan kembali ditegaskan jajaran TNI melalui langkah strategis Komando Distrik Militer (Kodim) 0717/Grobogan. Komandan Kodim 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, melaksanakan peninjauan langsung terhadap dua titik lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang direncanakan berdiri di Desa Cingkrong dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jumat (27/03/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari tahapan krusial dalam memastikan kesiapan teknis sekaligus validasi lapangan sebelum proyek memasuki fase konstruksi lanjutan. Kegiatan ini juga menandai kesinambungan program pembangunan jembatan perintis Garuda tahap kedua, setelah sebelumnya tahap pertama berhasil direalisasikan di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati.

Dalam agenda tersebut, Dandim didampingi unsur pimpinan internal Kodim dan lintas sektoral, antara lain Kasdim 0717/Grobogan Mayor Cba A.M. Ichfani, Danramil 01/Purwodadi Kapten Inf Miftahul Huda, Danunit Intel Letda Inf Bambang R, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Grobogan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa setempat, Babinsa, dan staf teritorial Kodim. Sinergi multipihak ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.

Secara teknis, pembangunan jembatan gantung di Desa Kedungrejo dirancang memiliki panjang bentang mencapai 100 meter. Jembatan ini akan menghubungkan Dusun Kedungjago dengan Dusun Geneng, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Sementara itu, jembatan di Desa Cingkrong akan dibangun sepanjang 85 meter, menghubungkan Dusun Cingkrong dengan Dusun Karangpaing di wilayah Kecamatan Penawangan. Kedua proyek tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi baru mobilitas warga, termasuk akses pendidikan, ekonomi, dan layanan dasar lainnya.

Letkol Inf Wefri Sandiyanto menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan tahap akhir sebelum dilakukan pengukuran detail oleh tim teknis dari Dinas PUPR. Langkah tersebut dinilai penting guna menjamin akurasi perencanaan konstruksi serta aspek keselamatan bangunan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan implementasi nyata program pemerintah pusat yang diinisiasi atas arahan Prabowo Subianto. Program ini menjadi manifestasi kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.

“TNI berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di daerah terpencil. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konektivitas yang lebih baik,” tegas Dandim.


Pembangunan jembatan gantung ini tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, melainkan juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Aksesibilitas yang meningkat diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat integrasi antarwilayah.

Dengan pendekatan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, proyek Jembatan Gantung Garuda di Kabupaten Grobogan diharapkan menjadi model pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.Punkasnya,Shabar.aji.

(Pendim 0717/Grobogan)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update