MNI|Teluk Wondama – Komitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional kembali ditegaskan oleh Pertamina Patra Niaga melalui percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Teluk Wondama, Papua Barat. Kapal pengangkut BBM dilaporkan telah sandar pada Kamis petang (26/3/2026), menandai langkah strategis perusahaan dalam memastikan kesinambungan pasokan energi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sejak Jumat pagi, proses penyaluran BBM langsung diakselerasi ke sejumlah lembaga penyalur resmi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi distribusi terpadu yang mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keandalan layanan energi, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis yang kompleks.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa total volume BBM yang tiba terdiri dari sekitar 150 ribu liter Pertalite, 32 ribu liter Solar, serta 35 ribu liter minyak tanah. Menurutnya, jumlah tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika permintaan energi di wilayah tersebut.
“Distribusi ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi secara merata. Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar operasional, mulai dari pengangkutan hingga penyaluran ke titik distribusi,” ujar Ispiani dalam keterangan resminya.
Dalam implementasinya, distribusi BBM ke Teluk Wondama mengandalkan moda transportasi laut yang dinilai paling efektif untuk menjangkau wilayah kepulauan dan pesisir. Pertamina juga menggandeng mitra transportir yang telah memenuhi standar keselamatan dan operasional guna memastikan proses distribusi berjalan optimal dan minim risiko.
Lebih lanjut, Pertamina menegaskan bahwa penguatan sistem logistik energi di kawasan Papua dan Maluku menjadi prioritas berkelanjutan. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam perspektif kehumasan korporasi, langkah ini mencerminkan peran strategis Pertamina sebagai BUMN energi yang adaptif terhadap tantangan geografis dan berorientasi pada pelayanan publik. Keberhasilan distribusi BBM ke wilayah Teluk Wondama menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perusahaan.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi stok dan distribusi di lapangan, serta membuka ruang koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi potensi kendala yang dapat menghambat kelancaran pasokan energi.
Dengan terealisasinya distribusi ini, diharapkan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Teluk Wondama dapat terus berjalan tanpa gangguan, seiring terjaminnya ketersediaan energi sebagai salah satu kebutuhan vital nasional.
Tutupnya,Kerja,tim.



