Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wartawan Mitra Strategis Polri, Sinergi Pers dan Kepolisian Diperkuat dalam Membangun Kesadaran Publik

Senin, 02 Februari 2026 | Februari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T00:18:49Z

MNI|Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi strategis dengan insan pers sebagai elemen penting dalam membangun kesadaran publik, menjaga stabilitas sosial, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (1/2/2026).

Dalam forum tersebut, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menekankan bahwa wartawan tidak sekadar berperan sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai mitra strategis Polri dalam menciptakan ruang publik yang sehat, edukatif, dan konstruktif.

“Pers memiliki peran fundamental dalam membentuk opini publik yang objektif dan konstruktif. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, media turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Menurut Irjen Sandi Nugroho, hubungan antara Polri dan insan pers harus dibangun di atas prinsip keterbukaan informasi, profesionalisme, serta komitmen terhadap kepentingan publik. Ia menilai bahwa di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang cepat dan masif, tantangan disinformasi, hoaks, dan distorsi fakta semakin kompleks, sehingga kolaborasi antara kepolisian dan media menjadi semakin krusial.

Dalam konteks tersebut, Divisi Humas Polri, kata dia, terus berupaya memperkuat pola komunikasi publik yang transparan, responsif, dan berbasis data. Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi pelayanan publik yang dituntut mampu menjelaskan kebijakan, tindakan, dan proses hukum secara jelas, proporsional, dan akuntabel kepada masyarakat.

“Kepercayaan publik tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui komunikasi yang jujur, terbuka, dan berkesinambungan. Di sinilah peran pers menjadi sangat strategis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irjen Sandi Nugroho menyoroti pentingnya profesionalisme jurnalisme dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial. Dalam kerangka demokrasi, pers yang independen, kredibel, dan berintegritas dipandang sebagai salah satu fondasi utama bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta supremasi hukum.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat dialog antara Polri dan media, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam penyebaran informasi publik yang edukatif. Polri berharap, sinergi ini mampu menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Polri menilai bahwa kemitraan dengan insan pers merupakan investasi strategis dalam membangun narasi kebangsaan yang positif, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional secara berkelanjutan.

Klarifikasi Posisi Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho

Secara faktual, berdasarkan perkembangan terbaru, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho telah dilantik sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan pada 31 Januari 2026.

Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri.

Untuk menjaga presisi jurnalistik, pernyataan beliau dalam konteks pemberitaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

“Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Humas Polri dan kini dilantik sebagai Kapolda Sumatera Selatan, menegaskan bahwa wartawan merupakan mitra strategis Polri dalam membangun kesadaran publik dan menjaga stabilitas sosial.”

Punkasnya,Yasin.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update