Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Update Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Desa Kajen: Pendekatan Geofisika dan Prioritas Keselamatan Warga

Senin, 16 Februari 2026 | Februari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-16T01:07:40Z


 MNI|Kabupaten Tegal — Respons cepat dan terukur kembali ditunjukkan jajaran Polres Tegal dalam menangani bencana tanah bergerak yang melanda RW 09 Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu. Hingga Senin pagi (16/2/2026), personel gabungan masih disiagakan di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung langkah-langkah mitigasi berbasis kajian kebencanaan dan geofisika.

Fenomena tanah bergerak yang mulai teridentifikasi sejak 10 Februari 2026 ini berdampak signifikan terhadap struktur permukiman warga. Berdasarkan pendataan terkini, tercatat 54 unit rumah terdampak, dengan rincian 21 unit mengalami kerusakan sedang hingga berat dan 33 unit rusak ringan. Selain bangunan hunian, satu unit Mushola Baitul Mutaqin dilaporkan rusak berat, sementara Madrasah Nurul Hidayah mengalami kerusakan kategori sedang. Retakan memanjang juga terpantau pada badan jalan desa di depan mushola, menjadi indikasi bahwa proses deformasi tanah masih berlangsung meski dengan intensitas rendah.

Dari sudut pandang geofisika, pergerakan tanah di kawasan ini diduga berkaitan dengan kondisi litologi tanah lempung jenuh air, kemiringan lereng, serta curah hujan tinggi yang memicu penurunan stabilitas massa tanah. Aparat di lapangan berkoordinasi dengan instansi teknis dan mengacu pada rilis pemantauan BMKG untuk memetakan potensi pergerakan susulan, sekaligus memberikan rekomendasi kewaspadaan berbasis sains kebencanaan kepada masyarakat.

Sebagai langkah perlindungan jiwa, sebanyak 27 kepala keluarga atau 83 jiwa telah dievakuasi ke titik-titik aman, baik di posko pengungsian maupun di rumah kerabat. Komposisi pengungsi meliputi 7 balita, 14 anak-anak, 8 remaja, 47 orang dewasa, dan 7 lansia, yang seluruhnya menjadi perhatian prioritas dalam pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan perlindungan psikososial.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan mandat utama dalam setiap tahapan penanganan bencana. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya dalam konteks pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari sistem perlindungan masyarakat yang adaptif terhadap dinamika kebencanaan.

“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Kami memastikan seluruh warga terdampak berada di lokasi yang aman. Personel di lapangan tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga membantu evakuasi, distribusi logistik, serta pendirian fasilitas darurat agar masyarakat merasa terlindungi dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Di lapangan, Regu I Siaga Bhayangkara bersama personel Polsek Lebaksiu melaksanakan patroli intensif, sambang warga, dan pengamanan posko pengungsian. Tim Samapta Polres Tegal turut mendirikan tenda darurat, termasuk tenda ukuran 3×6 meter sebagai mushola sementara dan tenda 6×12 meter untuk fasilitas pengungsian utama. Upaya peningkatan kelayakan hunian sementara juga dilakukan melalui penyediaan pallet dasar tenda, guna meminimalkan risiko kesehatan akibat kelembapan tanah.

Kasat Intelkam AKP Surahno menyampaikan bahwa arus bantuan logistik terus mengalir dari berbagai elemen, mulai dari komunitas sosial, donatur, hingga instansi pemerintah daerah. Persediaan logistik di posko mencakup bahan pangan pokok, air mineral, perlengkapan sandang, obat-obatan, serta dana donasi yang dikelola secara transparan oleh bendahara posko berdasarkan kesepakatan bersama warga.

Sebagai langkah mitigasi risiko lanjutan, petugas PLN telah melakukan pemutusan aliran listrik pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat, guna mencegah potensi bahaya korsleting dan kebakaran. Koordinasi lintas sektor antara aparat keamanan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan masyarakat terus diperkuat agar penanganan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Di balik data statistik dan tenda-tenda darurat, tersimpan harapan warga untuk kembali menjalani kehidupan normal dengan rasa aman. Di titik inilah negara hadir melalui aparatnya — bukan semata menjaga ketertiban, tetapi memastikan bahwa setiap langkah penanganan bencana berpijak pada kepedulian kemanusiaan, pendekatan ilmiah geofisika, dan prinsip keselamatan jangka panjang.

Polres Tegal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, menghindari area retakan, serta segera melapor kepada aparat atau perangkat desa apabila menemukan tanda-tanda perubahan kontur tanah di sekitar permukiman.

Punkasnya,Mukti ,tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update