Kegiatan sambang warga tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (14/2/2026) di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Hadir langsung Aipda Eko Purwanto, S.H. selaku Bhabinkamtibmas Polsek Wonosalam, Babinsa Sertu Lukman Hadi, serta Kepala Desa Wonosalam, Musthona’ Ahmad, S.Ag. Ketiganya menyapa warga secara dialogis sebagai wujud penguatan sinergi lintas unsur dalam menciptakan rasa aman yang berkeadilan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Eko Purwanto, S.H. bertemu dengan Suparno, warga RT 05/RW 02 Desa Wonosalam. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan, mencerminkan kehadiran negara yang responsif dan melayani. Sambang warga ini tidak sekadar rutinitas, melainkan medium edukatif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kamtibmas berbasis partisipasi.
Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah pesan strategis kamtibmas, di antaranya imbauan peningkatan kewaspadaan lingkungan, khususnya terkait pencegahan tindak kejahatan konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor. Warga diajak membiasakan penggunaan kunci pengaman tambahan saat memarkir kendaraan serta memperkuat sistem pengawasan lingkungan secara gotong royong.
Lebih jauh, Aipda Eko menekankan pentingnya komunikasi cepat dan efektif antara warga dengan aparat keamanan. Setiap potensi gangguan kamtibmas diharapkan segera diinformasikan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian setempat agar dapat ditangani secara dini dan proporsional. Pendekatan ini menegaskan paradigma pemeliharaan kamtibmas yang preventif, solutif, dan berorientasi pelayanan masyarakat.
Babinsa Sertu Lukman Hadi turut menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan sosial dan ekonomi desa. Karena itu, peran aktif warga dalam menjaga ketertiban lingkungan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya desa yang aman, produktif, dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Desa Wonosalam, Musthona’ Ahmad, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas konsistensi sinergi Tiga Pilar yang hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai pola komunikasi langsung seperti ini efektif mempererat kepercayaan publik sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi amanah kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Secara institusional, kegiatan sambang warga ini sejalan dengan komitmen Polres Demak melalui Polri dalam mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, humanis, serta mengutamakan pelayanan masyarakat. Melalui kolaborasi Tiga Pilar yang solid, diharapkan tercipta ekosistem keamanan desa yang kondusif, berkelanjutan, dan berakar kuat pada partisipasi warga.
Dengan intensifikasi sambang warga dan komunikasi dua arah yang konstruktif, Desa Wonosalam diharapkan menjadi contoh praktik baik pengelolaan kamtibmas berbasis kemitraan sosial—sebuah model yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kepercayaan publik di tingkat akar rumput.Punkasnya,Furi mukti.




