“Jembatan ini sangat penting bagi warga dan anak-anak sekolah. Kami mendoakan semoga membawa keberkahan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Sumberlawang melalui Kasi Trantib Joko Mursyid menyampaikan bahwa sinergi antara unsur ASN, TNI, dan Polri di wilayah Sumberlawang terus diperkuat dalam kerangka pelayanan publik yang responsif dan solutif.
Implementasi Presisi dalam Pelayanan Publik
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolres Sragen Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut berawal dari laporan Kapolsek Sumberlawang terkait kondisi akses penghubung yang memerlukan perhatian serius.
“Setelah menerima masukan dan dilakukan survei lapangan, kami menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas sektor hingga pembangunan dapat direalisasikan dan hari ini resmi digunakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Presisi Merah Putih merupakan bagian dari implementasi pendekatan Polri yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—dengan memperluas makna pelayanan tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Simbol Harapan Generasi Penerus
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolres Sragen didampingi jajaran pejabat utama, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat. Usai seremoni, Kapolres menjadi orang pertama yang melintasi jembatan tersebut.
Dalam suasana penuh kehangatan, ia menggandeng anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak berjalan bersama menyusuri jembatan yang baru diresmikan. Langkah-langkah kecil para pelajar yang penuh semangat berpadu dengan wajah haru dan bangga warga yang menyaksikan.
Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa jembatan ini bukan sekadar konstruksi fisik penghubung dua wilayah, melainkan juga representasi jalan masa depan bagi generasi penerus yang setiap hari akan melintasinya untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Dengan beroperasinya Jembatan Presisi Merah Putih, denyut aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Jati dan Desa Hadiluwih kini kembali mengalir tanpa hambatan. Akses yang lebih aman dan layak diharapkan mampu mendorong peningkatan
kesejahteraan, memperkuat konektivitas desa, serta menghadirkan harapan baru bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sragen.Tutup nya,Eko.Wakid.




