MNI|Bayi mungil dengan berat badan 6,3 kilogram dan tinggi 67 sentimeter itu tampak dalam kondisi sadar dan stabil, meskipun masih membutuhkan pemantauan serta penanganan medis lanjutan secara intensif. Dalam kesempatan tersebut, tim Dokkes Polres Sragen melakukan pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kondisi ananda terpantau dan terkoordinasi dengan layanan kesehatan berikutnya.
Pendekatan Humanis dan Empati Sosial
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal kelembagaan. Dengan penuh empati, AKBP Dewiana duduk bersisian dengan orang tua serta kakek-nenek sang bayi, mendengarkan langsung kisah perjuangan mereka menghadapi kondisi kesehatan buah hati di tengah keterbatasan ekonomi.
“Saya hadir di sini bukan hanya sebagai Kapolres, tetapi sebagai seorang ibu yang memahami perasaan orang tua ketika anak sedang sakit. Tetaplah kuat dan jangan kehilangan harapan. Doa serta ikhtiar akan selalu menyertai,” tutur Dewiana Syamsu Indyasari dengan suara lembut, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh penguatan moral.
Dalam momentum tersebut, Kapolres juga menyerahkan tali asih dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian konkret terhadap kebutuhan keluarga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sementara sekaligus menjadi simbol bahwa negara hadir melalui institusi kepolisian, tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam dimensi sosial kemanusiaan.
Implementasi Polri Presisi yang Berorientasi Sosial
Kegiatan anjangsana ini merefleksikan implementasi Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—yang tidak hanya terfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, melainkan juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Pendekatan humanis menjadi fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi kepolisian. Dalam konteks ini, kehadiran Kapolres Sragen di tengah keluarga yang tengah menghadapi ujian berat merupakan representasi konkret dari polisi sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat.
Keluarga Maryanto mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. Di tengah kecemasan menghadapi proses pengobatan dan ketidakpastian kondisi kesehatan sang buah hati, kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat dan harapan baru.
Melalui langkah sederhana namun sarat makna tersebut, Polres Sragen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan sosial. Di balik seragam dan kewenangan institusional, tersimpan nilai empati dan kepedulian yang menjadi fondasi utama dalam membangun kemitraan harmonis antara Polri dan masyarakat.
Punkasnya Eko,wakid.



